
dok. KemenLH
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) bergerak cepat menindaklanjuti arahan tegas Presiden Prabowo Subianto dalam Taklimat dan Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) 2026 dengan meluncurkan Gerakan Bersih Sampah di Lingkungan Sekitar dan Kantor secara serentak di seluruh Indonesia.
Gerakan ini menjadi aksi nyata pemerintah dalam menghidupkan kembali budaya bersih sebagai prioritas nasional yang harus dijalankan secara disiplin oleh seluruh aparatur negara. Di Jakarta, pimpinan bersama ratusan pegawai KLH/BPLH turun langsung membersihkan lingkungan Kebon Nanas hingga bantaran Sungai Cipinang, dengan fokus pada pengangkutan sampah plastik dan anorganik.
Peluncuran gerakan tersebut sekaligus menandai penguatan kembali Program Bersih Nasional yang menitikberatkan pada kegiatan rutin kebersihan di kawasan perkantoran, saluran air, dan badan sungai.
Sekretaris Kementerian Lingkungan Hidup/Sekretaris Utama BPLH, Rosa Vivien Ratnawati, menyampaikan bahwa gerakan ini merupakan bentuk konkret penerjemahan arahan Presiden ke dalam langkah yang konsisten dan berkelanjutan.
Berdasarkan hasil Rakornas 2026, Presiden Prabowo menekankan pentingnya keterlibatan seluruh elemen negara, mulai dari TNI, Polri, pemerintah pusat dan daerah, hingga aparat desa, untuk mengerahkan sumber daya manusia dalam menjaga kebersihan lingkungan secara masif dan rutin, terutama pada pagi hari.
“Bapak Presiden memiliki komitmen yang sangat kuat terhadap pengurangan sampah, khususnya sampah plastik. Arahan beliau jelas, gerakan bersih-bersih harus dilakukan bersama, rutin, dan dimulai dari lingkungan terdekat, termasuk kantor-kantor pemerintah,”kata Rosa Vivien dalam keterangan tertulis, Selasa, 3 Februari 2026.
Sebagai bagian dari perubahan budaya kerja, KLH/BPLH menetapkan Gerakan Bersih Sampah di Lingkungan Sekitar dan Kantor sebagai agenda wajib yang direncanakan berlangsung tiga kali dalam sepekan. Langkah ini diharapkan dapat membangun kedisiplinan internal sekaligus menjadi contoh nyata bagi masyarakat dalam pengelolaan sampah.
Pembersihan di kawasan Sungai Cipinang dinilai strategis mengingat sungai kerap menjadi titik akumulasi sampah plastik sekali pakai yang berdampak pada kualitas lingkungan perkotaan.
“Gerakan ini tidak hanya dilakukan di Jakarta, tetapi juga akan diterapkan di berbagai wilayah lain. Ini adalah komitmen bersama bahwa pengurangan sampah harus menjadi perhatian dalam kehidupan sehari-hari,”lanjutnya.
Ia menambahkan, keberhasilan Program Bersih Nasional sangat ditentukan oleh perubahan pola pikir masyarakat dalam mengelola sampah sejak dari sumbernya. Melalui penguatan nilai gotong royong dan kedisiplinan individu, masyarakat diharapkan terbiasa memilah sampah secara mandiri.
“Langkahnya sederhana, mulai memilah sampah di rumah dan kantor, mana sampah plastik dan mana sampah organik. Jika dilakukan secara konsisten, dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan,”tuturnya.
Melalui Gerakan Bersih Sampah di Lingkungan Sekitar dan Kantor, KLH/BPLH mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan kebersihan sebagai bagian dari gaya hidup. Sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat diharapkan mampu menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.
Editor: Redaktur TVRINews
