
dok. Kemendikdasmen
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Papua
Pelaksanaan Tes Kemampuan Akademik (TKA) jenjang Sekolah Dasar (SD) berlangsung serentak di seluruh Indonesia sebagai bagian dari upaya mengukur capaian belajar sekaligus meningkatkan kualitas pembelajaran.
Di Kabupaten Kepulauan Yapen, pelaksanaan TKA mendapat perhatian khusus setelah dipantau langsung oleh Balai Penjaminan Mutu Pendidikan Papua. Hasil pemantauan menunjukkan ujian berjalan tertib, jujur, dan penuh semangat. Sejumlah praktik baik juga terlihat, mulai dari kolaborasi antarsekolah hingga dukungan kuat dari orang tua.
Kepala SD Negeri Awado, Muhajir, mengungkapkan bahwa sekolahnya harus bergabung dengan SD Integral Lukman Al Hakim Serui sebagai lokasi pelaksanaan TKA. Perjalanan menuju lokasi tidak mudah, karena guru dan murid harus menyeberangi laut menggunakan perahu.

“Perjalanan bisa memakan waktu empat hingga enam jam tergantung kondisi ombak. Setibanya di Serui, kami juga harus mencari tempat menginap untuk anak-anak. Namun, semangat mereka tetap tinggi,”kata Muhajir dalam keterangan tertulis, Kamis, 23 April 2026.
Salah satu peserta, Andai Darling Woraba, menilai TKA sebagai langkah penting untuk mengetahui kemampuan akademik sekaligus bekal melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Dari sisi kesiapan, Kepala SD Integral Lukman Al Hakim Serui, Mahfud Fauzi, menyampaikan bahwa sekolah telah melakukan persiapan matang, termasuk koordinasi dengan dinas pendidikan untuk memastikan ketersediaan listrik dan internet.
Ia juga menekankan peran besar orang tua yang turut membantu menyediakan perangkat, seperti komputer dan laptop, guna mendukung kelancaran ujian.
Hal serupa disampaikan Kepala SD Inpres 1 Serui, Herdelina Sembay. Ia menjelaskan bahwa para guru secara rutin memberikan latihan soal dan penguatan materi kepada murid sebelum pelaksanaan TKA.
“Anak-anak sangat antusias, bahkan orang tua ikut menunggu hingga sore hari saat mereka belajar,”ungkap Herdelina.
Dari sisi peserta, pengalaman mengikuti TKA juga memberikan kesan positif. Nur Aisyah mengaku sempat merasa gugup di awal, namun menjadi lebih percaya diri setelah mengerjakan soal.
Pengalaman serupa dirasakan Julio Iwanggin yang mampu mengatasi rasa cemas dengan membaca soal secara teliti.

Pelaksanaan TKA di Kepulauan Yapen mencerminkan kuatnya kolaborasi antara pemerintah, sekolah, guru, orang tua, dan peserta didik dalam menghadirkan pendidikan yang inklusif dan berkualitas, bahkan hingga ke wilayah terpencil.
Abdul Mu'ti sebelumnya menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan bergantung pada peran bersama empat pilar Catur Pusat Pendidikan, yaitu sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.
Menurutnya, TKA tidak hanya berfungsi mengukur kemampuan literasi siswa, tetapi juga menjadi cerminan semangat gotong royong dalam membangun pendidikan Indonesia yang lebih baik.
Editor: Redaksi TVRINews
