
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli memberikan apresiasi tinggi kepada para peserta Program Magang Nasional Batch I yang telah menyelesaikan masa baktinya. Dalam acara penutupan, Menaker mengungkapkan temuan menggembirakan terkait tingkat penyerapan kerja para alumni magang di sektor swasta.
Berdasarkan monitoring yang dilakukan Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker), respons perusahaan terhadap kualitas peserta magang dinilai sangat positif.
Menaker Yassierli menyebutkan bahwa banyak perusahaan swasta yang langsung memberikan tawaran kontrak kerja kepada para peserta setelah program berakhir.
"Berdasarkan monitoring kami, respons perusahaan sangat baik. Ada perusahaan yang sudah merekrut 20 persen, bahkan ada yang sampai 30 persen dari total peserta magang mereka. Ini sedang terus kita data," ujar Yassierli dalam sambutannya di Jakarta, Jumat 24 April 2026.
Meski demikian, Menaker mencatat adanya perbedaan mekanisme untuk peserta yang magang di instansi kementerian atau lembaga (K/L). Untuk sektor pemerintahan, rekrutmen tetap harus mengikuti prosedur seleksi CPNS sesuai ketetapan Kementerian PAN-RB.
"Bagi adik-adik yang sudah dinilai bagus oleh perusahaannya namun belum bisa direkrut karena kondisi internal perusahaan, jangan berkecil hati. Saya yakin dengan bekal pengalaman ini, adik-adik akan sukses di masa depan," tambahnya memberi semangat.
Menaker menegaskan bahwa pemerintah tidak akan berhenti pada kesuksesan Batch I. Pihaknya telah mengantongi sejumlah poin evaluasi untuk meningkatkan kualitas program magang di tahun mendatang. Beberapa poin perbaikan utama meliputi:
• Pemerataan Geografis: Kemnaker menargetkan sebaran peserta tidak lagi berpusat di Pulau Jawa, melainkan merata ke seluruh daerah agar putra daerah memiliki kesempatan berkarya di tempat asal mereka.
• Diversifikasi Kejuruan: Program magang tidak akan terbatas pada bidang populer seperti digital marketing atau administrasi, tetapi akan dibuka seluas-luasnya bagi semua program studi.
• Kontribusi Perusahaan: Kemnaker tengah mengkaji skema sharing kontribusi uang saku dari pihak perusahaan guna meningkatkan keterlibatan dan tanggung jawab mitra pemberi magang.
• Wajib Sertifikat: Perusahaan akan didorong untuk memberikan sertifikat kompetensi secara resmi di akhir program.
Menaker menekankan bahwa jika tahun pertama fokus pada pemberian pengalaman kerja, maka tahun-tahun berikutnya target akan ditingkatkan pada kepastian sertifikasi dan keterserapan kerja.
"Beberapa perusahaan sangat luar biasa dalam membina, memberikan proyek, hingga memantau progres harian dan mingguan peserta. Komitmen seperti ini yang akan terus kita dorong agar peserta tidak hanya punya pengalaman, tapi juga punya sertifikat yang diakui industri," pungkasnya.
Dengan perbaikan sistem ini, Kemnaker optimis Program Magang Nasional akan menjadi tulang punggung dalam menekan angka pengangguran dan meningkatkan kualitas SDM Indonesia secara masif.
Editor: Redaksi TVRINews
