
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Malang
Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Stella Christie mengatakan jika mahasiswa harusnya beradaptasi terhadap perkembangan Artificial Intelligence (AI). Hal ini diungkapkan, saat Pekan Ilmiah Santri 2026 yang digelar STAIMA Al-Hikam di Malang.
Pada kesempatan tersebut, Wamen Stella menekankan bahwa kemajuan AI memiliki dampak luas, mulai dari aspek sosial, pendidikan, hingga ekonomi.
Selain itu, ia juga menyoroti investasi besar yang dilakukan perusahaan-perusahaan besar untuk mengembangkan teknologi AI, yang nilainya mencapai triliunan rupiah.
“Pertanyaannya, apakah lebih bijak menginvestasikan dana untuk melatih AI dibanding mencerdaskan generasi muda kita? Pertanyaan ini masih menjadi perdebatan di kalangan para ahli hingga hari ini,” kata Wamen Stella kutip Minggu, 8 Februari 2026.
Selain aspek ekonomi, Wamen Stella menyoroti perubahan pada aspek sosial. Menurutnya, AI ikut membentuk dinamika masyarakat, termasuk dalam penyebaran informasi dan hoaks yang semakin masif.
“Dalam bidang pendidikan, AI juga mengubah cara belajar, sehingga penting bagi mahasiswa untuk memahami dan memanfaatkan teknologi ini secara kritis,” ujarnya
Ia menekankan pentingnya literasi AI bagi semua kalangan agar mampu menilai kebenaran informasi.
“Kemampuan mengevaluasi hasil AI berawal dari berpikir reflektif. Dengan kemampuan ini, mahasiswa tidak akan tergantikan oleh AI,” kata Wamen Stella.
Dalam kesempatan yang sama, Wamen Stella mengingatkan bahwa kampus adalah tempat untuk berinovasi. Ia mencontohkan bahwa banyak perusahaan AI saat ini lahir dari lingkungan kampus.
Oleh karena itu, mahasiswa diharapkan terus menciptakan inovasi dan penemuan baru yang bermanfaat bagi masyarakat.
Editor: Redaktur TVRINews
