
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara (TVRINews/HO-Humas Kementerian Transmigrasi)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan komitmennya menjadikan kawasan transmigrasi di Papua sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru berbasis perikanan dan potensi lokal. Langkah tersebut dilakukan melalui penjajakan kerja sama antara Kementerian Transmigrasi dan PT Agrinas Jaladri Nusantara.
Menurut Iftitah, kawasan transmigrasi tidak boleh lagi dipandang hanya sebagai lokasi relokasi penduduk, melainkan harus dikembangkan sebagai ekosistem ekonomi yang mampu menciptakan nilai tambah dan lapangan kerja berkelanjutan bagi masyarakat.
"Kawasan transmigrasi harus menjadi pusat ekonomi baru. Kita tidak bisa hanya memindahkan penduduk, tetapi membangun ekosistem usaha. Papua akan kita dorong menjadi jangkar ekonomi di kawasan Pasifik," ujar Iftitah dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Rabu, 25 Februari 2026.
Iftitah menilai sektor perikanan menjadi pilihan strategis karena Indonesia memiliki sumber daya laut yang besar, namun belum dimanfaatkan secara optimal akibat lemahnya rantai pasok, industri pengolahan, serta keterbatasan tenaga kerja terampil.
"Potensi perikanan kita sangat besar. Transmigrasi hadir untuk memperkuat sumber daya manusianya, agar produksi, pengolahan, hingga distribusi bisa berjalan dalam satu sistem," ucapnya.
Ia menambahkan, Papua menjadi wilayah prioritas karena memiliki kondisi laut yang masih alami dan potensi besar untuk dikembangkan sebagai pusat ekonomi biru dan hijau.
"Papua memiliki laut yang sangat baik. Kita ingin pembangunan di Papua berbasis pada kekuatan wilayahnya sendiri, bukan pendekatan yang seragam," tegasnya.
Sebagai bagian dari strategi tersebut, Kementerian Transmigrasi menjalankan Program Transmigrasi Patriot dengan menempatkan lulusan perguruan tinggi dan peneliti di kawasan transmigrasi. Mereka bertugas mendampingi masyarakat, mengembangkan potensi wilayah, serta mendorong tumbuhnya kegiatan ekonomi produktif.
Kemudian, Iftitah juga menegaskan bahwa kolaborasi dengan Agrinas Jaladri Nusantara akan dimulai melalui proyek percontohan di sejumlah wilayah. Model ini diharapkan menjadi acuan pengembangan kawasan transmigrasi lainnya di Indonesia.
"Kita mulai dari pembukaan lapangan kerja dan membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi, baik melalui perikanan tangkap maupun budidaya. Jika berhasil, ini bisa direplikasi secara nasional," tuturnya.
Melalui pendekatan kolaboratif tersebut, Iftitah optimistis kawasan transmigrasi dapat menjadi motor penggerak ekonomi daerah sekaligus memperkuat kesejahteraan masyarakat, khususnya di Papua.
Editor: Redaksi TVRINews
