
Menteri PU: Floodway Sikambing–Belawan Siap Beroperasi Akhir 2025
Penulis: Nisa Alfiani
TVRINews, Jakarta
Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau secara langsung pembangunan Floodway Sikambing–Belawan di Kota Medan, Sumatera Utara, Minggu (9/11/2025). Proyek ini merupakan salah satu infrastruktur utama pengendali banjir yang diharapkan mampu mengurangi potensi genangan di kawasan utara Medan hingga Belawan.
Dalam peninjauannya, Menteri Dody menyampaikan bahwa progres pembangunan telah mencapai 98 persen dan ditargetkan rampung pada akhir tahun 2025.
“Floodway ini akan menjadi solusi penting untuk menurunkan debit banjir yang kerap melanda kawasan inti Kota Medan, terutama di wilayah Medan Baru dan Medan Sunggal. Dengan sistem pengalihan aliran ini, beban Sungai Sikambing dapat berkurang sekitar 30 meter kubik per detik,” ujar Dody.
Floodway Sikambing–Belawan dirancang dengan kapasitas aliran mencapai 84 meter kubik per detik. Infrastruktur ini terdiri atas dua sistem saluran, yakni saluran tertutup sepanjang 466 meter dengan ukuran tinggi 3,5 meter dan lebar 3 meter, serta saluran terbuka sepanjang 636 meter dengan ukuran tinggi 3,5 meter dan lebar 5,3 meter. Selain itu, dibangun pula bangunan pelimpah (weir) yang berfungsi mengalirkan sebagian debit air dari Sungai Sikambing menuju Sungai Belawan.
Menteri Dody menjelaskan bahwa proyek ini merupakan bagian dari sistem pengendalian banjir terpadu yang menghubungkan kawasan hulu dan hilir. “Di bagian hulu, pemerintah telah melakukan penguatan kapasitas sungai dan tanggul. Sementara di hilir, normalisasi Sungai Belawan terus dilakukan agar aliran air menuju laut menjadi lebih lancar,” terangnya.
Lebih lanjut, Dody menegaskan bahwa keberadaan Floodway Sikambing akan melengkapi jaringan pengendali banjir Kota Medan, termasuk kolam retensi, saluran drainase utama, serta sistem tanggul di sekitar kawasan Belawan.
“Tujuan akhirnya adalah menciptakan lingkungan yang aman dari genangan, sehingga aktivitas masyarakat dan ekonomi pelabuhan dapat berjalan tanpa gangguan,” kata Menteri PU.
Kementerian Pekerjaan Umum berkomitmen menyelesaikan proyek ini tepat waktu dan memastikan fungsi operasionalnya berjalan optimal untuk melindungi masyarakat dari ancaman banjir musiman yang semakin meningkat akibat perubahan pola curah hujan ekstrem.
Editor: Redaktur TVRINews
