Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Singkawang
Suasana khidmat menyelimuti perayaan Tahun Baru Imlek di Singkawang, Kalimantan Barat. Sejak pagi, umat dan pengunjung tampak memadati Vihara Tri Dharma Bumi Raya, vihara tertua di kota itu, untuk melakukan sembahyang dan memanjatkan doa menyambut tahun baru penuh harapan.
Salah seorang pengunjung, Anseli, warga asli Singkawang, mengaku selalu datang ke vihara tersebut setiap perayaan Imlek. Menurutnya, beribadah di vihara ini sudah menjadi tradisi keluarga yang dijalani dari tahun ke tahun.
"Setiap Imlek pasti ke sini. Cuma sembahyang saja, sembahyang waktu gitu, luhur," kata Anseli kepada tvrinews.com di Vihara Tri Dharma Bumi Raya, Singkawang, Selasa, 17 Februari 2026.
Dalam momentum pergantian tahun, Anseli memanjatkan doa dan harapan sederhana namun bermakna. Ia berharap tahun yang baru membawa kehidupan yang lebih baik bagi dirinya dan keluarga.
"Harapannya semoga lebih baik. Rezeki makin banyak, kehidupan makin baik, makin sehat. Oma juga makin sehat," ungkapnya.
Selain sembahyang, Imlek juga dimaknai Anseli sebagai momen berkumpul bersama keluarga. Ia menyebut hari pertama Imlek biasanya diisi dengan makan bersama dan berkunjung ke rumah sanak saudara, layaknya tradisi Lebaran.
"Hari pertama makan bersama keluarga, terus ke rumah keluarga. Kayak Lebaran keluarga," tuturnya.
Meski demikian, perayaan Imlek tahun ini terasa belum sepenuhnya lengkap bagi Selly. Salah satu anggota keluarganya, sang abang, masih berada di luar negeri dan tidak bisa pulang untuk merayakan Imlek bersama.
"Kurang lengkap sih. Nggak ada abang, jadi berkurang rasanya," ujarnya dengan nada sedih.
Perasaan itu juga dirasakan oleh sang ibu yang turut merindukan kebersamaan keluarga di hari raya.
Perayaan Imlek di Singkawang memang selalu menjadi momen penting, tidak hanya sebagai perayaan budaya dan keagamaan, tetapi juga sebagai ajang mempererat ikatan keluarga.
Di tengah suasana vihara yang dipenuhi dupa dan doa, harapan akan kesehatan, rezeki, dan kebahagiaan keluarga terus mengalun dari para umat yang datang.
Editor: Redaktur TVRINews
