
Menteri Kebudayaan, Fadli Zon saat kunjungan ke Pantheon, Paris, Prancis, Sabtu, 25 April 2026. (Foto: TVRINews/HO-Kemenbud)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Upaya membawa standar pengelolaan museum Indonesia ke level global melalui diplomasi budaya di Prancis.
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon, melakukan kunjungan resmi ke Panthéon, Paris, Prancis, pada akhir rangkaian kunjungan kerjanya untuk meninjau langsung tata kelola situs bersejarah dunia sebagai referensi pengembangan museum dan ruang memori publik di Indonesia.
Panthéon dikenal sebagai salah satu situs paling ikonik di Prancis yang merepresentasikan sejarah, memori kolektif, dan bentuk penghormatan negara terhadap tokoh-tokoh bangsa.
Bangunan monumental ini menjadi tempat persemayaman terakhir bagi pemikir dan ilmuwan besar dunia, mulai dari Voltaire, J.J. Rousseau, Victor Hugo, Émile Zola, hingga Marie Curie.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengungkapkan bahwa kunjungan ini memberikan pelajaran berharga mengenai peran situs sejarah sebagai instrumen penguatan jati
diri sebuah bangsa.
“Kunjungan ini menjadi kesempatan untuk mempelajari bagaimana Prancis mengelola situs bersejarah sebagai ruang edukasi publik, penguatan identitas nasional, dan diplomasi budaya,” ujar Fadli Zon dalam keterangannya di Paris, Sabtu, 25 April 2026.
Fokus pada Modernisasi dan Narasi
Selain meninjau aspek historis, kunjungan ini difokuskan pada upaya modernisasi tata kelola warisan budaya agar tetap relevan dengan perkembangan zaman. Fadli menekankan bahwa aspek narasi dan pengalaman pengunjung (visitor experience) adalah elemen kunci yang dapat diadaptasi untuk meningkatkan kualitas museum-museum di Tanah Air.
“Kunjungan ini dapat memperkaya perspektif dalam penguatan tata kelola museum dan warisan budaya di Indonesia, khususnya dalam aspek narasi, interpretasi, pengalaman pengunjung, dan pemanfaatan situs heritage agar tetap relevan bagi masyarakat luas,” jelas Menbud.
Diplomasi Budaya Indonesia–Prancis
Kunjungan ini juga menjadi momentum penting dalam memperkuat kerja sama budaya antara Indonesia dan Prancis yang selama ini telah terjalin erat. Fadli berharap kolaborasi di bidang pengelolaan ruang memori publik dapat terus ditingkatkan ke depannya.
Langkah ini sejalan dengan visi besar pemerintah dalam menempatkan kebudayaan sebagai salah satu pilar utama pembangunan nasional.
“Saya berharap pertukaran pengetahuan seperti ini dapat semakin memperkaya upaya kita dalam menempatkan kebudayaan sebagai fondasi pembangunan, sumber pembelajaran, dan jembatan kerja sama antarbangsa,” pungkas Fadli Zon.
Dengan mempelajari tata kelola di Panthéon, Kementerian Kebudayaan berkomitmen untuk membawa standar pengelolaan warisan budaya Indonesia ke level global, sekaligus memastikan situs-situs bersejarah di Indonesia tetap menjadi ruang publik yang edukatif dan inspiratif.
Editor: Redaktur TVRINews
