
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menteri Perhubungan (Menhub) Dudy Purwagandhi bergerak cepat mengevaluasi pelaksanaan arus mudik Lebaran 2026, sekaligus menyiapkan strategi untuk menghadapi arus balik di lintas penyeberangan Sumatra–Jawa agar lebih terkendali, aman, dan lancar.
Rapat evaluasi digelar di Kantor PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) di Merak, Minggu, 22 Maret 2026, dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan. Pemerintah kini mengalihkan fokus pada pengelolaan arus balik, menyusul puncak arus mudik yang telah terlewati.
“Puncak arus mudik sudah kita lewati. Saat ini fokus kita memastikan arus balik dapat dikelola lebih baik, dengan respons yang lebih cepat serta strategi yang lebih matang,” ujar Dudy dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Minggu, 22 Maret 2026.
Sejumlah langkah antisipatif disiapkan, mulai dari percepatan aktivasi skema tiba–bongkar–berangkat (TBB), simulasi kapasitas layanan hingga optimalisasi 5–6 dermaga, serta pengaturan jumlah kapal agar tetap efisien. Pemerintah juga menyiapkan lintas alternatif melalui Pelabuhan Panjang–Krakatau Bandar Samudra (KBS) jika terjadi lonjakan kendaraan.
Di sisi teknologi, pemantauan real-time akan diperkuat dengan penggunaan drone, khususnya di Bakauheni, guna mendeteksi potensi antrean lebih cepat.
Selain itu, koordinasi dengan Korlantas Polri dilakukan untuk mengoptimalkan sistem buffer zone dan delaying system, sehingga kendaraan dapat ditahan sebelum memasuki area pelabuhan dan mencegah penumpukan.
Hasil evaluasi menunjukkan penyelenggaraan arus mudik berjalan cukup baik, meski masih ada catatan, salah satunya penerapan skema TBB yang baru optimal di 3–4 dermaga. Ke depan, skema ini diminta diterapkan lebih cepat dan diperluas.
Menhub juga menyoroti pentingnya pengaturan arus kendaraan di dalam kawasan pelabuhan agar antrean tidak meluas ke luar area. Selain itu, sistem tiket Ferizy akan diperketat dengan prinsip satu NIK untuk satu tiket guna mencegah praktik percaloan.
“Setiap catatan selama arus mudik harus segera kita perbaiki. Jangan menunggu masalah membesar. Kuncinya ada pada kecepatan respons dan ketepatan pengambilan keputusan,” tutur Dudy.
Pemerintah memastikan, dalam pengelolaan arus balik, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama di atas kelancaran perjalanan.
Editor: Redaktur TVRINews
