
Penerima DTH Bencana Sumatra Lebihi Jumlah Rumah Rusak Berat, Ini Kata BNPB
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menjelaskan alasan jumlah penerima dana tunggu hunian (DTH) di sejumlah wilayah terdampak bencana, seperti Aceh dan Sumatera Utara, melebihi jumlah rumah yang tercatat rusak berat.
Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Abdul Muhari mengatakan, kondisi tersebut terjadi karena terdapat rumah warga yang secara struktur tidak mengalami kerusakan berat, namun tidak dapat dihuni akibat tertimbun lumpur dan material bencana.
"Sumatera Utara, ini status huntara dan memang ada di beberapa titik, kita lihat jumlah DTH itu melebihi unit yang rusak berat. Di Aceh juga ada DTH melebihi rumah yang rusak berat. Ini dikarenakan, ada saudara-saudara kita rumahnya itu kategorinya tidak rusak, tetapi tertimbun," kata Abdul Muhari dalam konferensi persnya secara daring, Minggu, 4 Januari 2026.
Baca Juga: BNPB Pastikan Distribusi BBM di Wilayah Terdampak Bencana Mulai Pulih
Ia menjelaskan, berdasarkan laporan visual dari lapangan, sejumlah rumah masih memiliki dinding dan atap yang secara teknis tidak masuk kategori rusak berat. Namun, rumah-rumah tersebut tidak bisa ditempati karena bagian dalamnya dipenuhi lumpur.
Untuk kondisi tersebut, BNPB memastikan warga tetap mendapatkan dana tunggu hunian hingga proses pembersihan rumah dapat dilakukan secara optimal dan bangunan kembali bisa digunakan sementar
"Untuk saudara-saudara kita dengan kondisi seperti itu, maka tetap akan diberikan dana tunggu hunian sampai nanti proses pembersihan rumah ini bisa dilakukan dengan optimal dan rumahnya bisa digunakan kembali untuk sementara," ucapnya.
Abdul Muhari menambahkan, setelah proses pembersihan selesai, pemerintah akan melakukan kajian lanjutan untuk menentukan apakah rumah tersebut berada di kawasan rawan bencana atau kawasan merah. Hasil kajian tersebut akan menjadi dasar penentuan opsi relokasi atau penanganan lanjutan.
Menurutnya, kondisi serupa tidak hanya terjadi di Aceh dan Sumatera Utara, tetapi juga ditemukan di Sumatera Barat. Penanganan dampak bencana pun akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan.
"Tidak hanya di Aceh, Sumatera Utara, juga ada di Sumatera Barat. Sehingga bencana di Aceh ini memang ada beberapa kondisi-kondisi yang baru sebenarnya. Sehingga ini terus akan dinamis, kita akan melihat secara nyata kondisi di lapangan dan kesulitan-kesulitan masyarakat akan kita coba akomodasi dengan dukungan-dukungan yang ada oleh yang diberikan pemerintah saat ini," tuturnya.
Editor: Redaktur TVRINews
