
Foto: dok. Kemensos
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Pemerintah daerah berkomitmen menyediakan lahan luas untuk mendukung akses pendidikan warga miskin ekstrem.
Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) mempercepat langkah pembangunan "Sekolah Rakyat" dengan menggandeng pemerintah daerah.
Hal ini mengemuka saat Gus Ipul menerima audiensi Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah di Kantor Kementerian Sosial, Jakarta Pusat.
Sekolah Rakyat merupakan program strategis pemerintah yang dirancang khusus untuk menjangkau masyarakat miskin dan miskin ekstrem yang selama ini tidak tersentuh layanan pendidikan formal.
“Ini yang disasar oleh Presiden, bukan yang sudah sekolah. Tapi mereka yang putus sekolah dan yang tidak punya akses. Kita ingin memastikan mereka punya masa depan,” ujar Gus Ipul, dikutip Rabu, 22 April 2026.
Konsep Berasrama dan Fleksibel
Berbeda dengan sekolah formal pada umumnya, Gus Ipul menjelaskan, Sekolah Rakyat mengusung konsep boarding school (berasrama) dengan skema multi entry–multi exit. Sistem ini memungkinkan siswa masuk kapan saja tanpa harus menunggu tahun ajaran baru.
Pendekatan asrama dinilai krusial untuk memutus rantai kemiskinan. Gus Ipul menyebut, banyak anak dari keluarga miskin terpaksa berhenti sekolah karena tuntutan ekonomi untuk membantu orang tua bekerja.
“Kalau tidak diasramakan, mereka sering kembali bekerja membantu orang tua. Ini yang kita ubah. Anak harus jadi investasi masa depan, bukan sumber penghasilan jangka pendek,” tegasnya.
Pemerintah mematok target ambisius untuk program ini. Pada tahun 2026, jumlah siswa Sekolah Rakyat ditargetkan mencapai 46 ribu orang, dan diproyeksikan terus bertambah hingga ratusan ribu pada tahun-tahun mendatang.
Kesiapan Lahan di Daerah
Menanggapi rencana tersebut, Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyatakan komitmen penuh untuk mendukung penyediaan infrastruktur. Saat ini, Pemprov Gorontalo telah menyiapkan lahan seluas 3 hektare dan berencana menambah luasannya agar proses konstruksi bisa segera dimulai.
“Kami siap mendukung percepatan. Lahan sedang kami lengkapi agar bisa segera masuk tahap konstruksi,” kata Gusnar.
Senada dengan Gusnar, Wali Kota Pagar Alam Ludi Oliansyah juga menyatakan kesiapannya. Ia mengungkapkan Pemerintah Kota Pagar Alam telah menyiapkan lahan lebih dari 6 hektare beserta infrastruktur akses jalan menuju lokasi.
“Harapan kami, Sekolah Rakyat juga hadir di Pagar Alam karena masih banyak masyarakat miskin yang membutuhkan,” tutur Ludi.
Data Desa Jadi Kunci
Maka itu, Gus Ipul mengingatkan, keberhasilan program ini sangat bergantung pada dua hal: kesiapan lahan yang clean and clear serta akurasi data kemiskinan. Ia menekankan peran vital operator desa sebagai ujung tombak pendataan.
“Data itu kunci. Yang paling tahu kondisi warga itu desa. Karena itu operator desa harus diperkuat agar data yang kita gunakan benar-benar akurat, terbarui, dan bisa dipertanggungjawabkan,” pungkasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
