
Ilustrasi (Foto: Pemprov DKI Jakarta)
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Arus balik Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah membawa tren kependudukan baru di Ibu Kota. Suku Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) Jakarta Selatan mencatat sebanyak 225 pendatang baru telah masuk dan berdomisili di wilayah Jakarta Selatan.
Kepala Suku Dinas Dukcapil Jakarta Selatan, Salimin, mengungkapkan bahwa data ini diperoleh melalui instrumen pemantauan digital terbaru milik Dinas Dukcapil DKI Jakarta.
"Data tersebut merupakan hasil penarikan dari dashboard profil kependudukan tingkat Rukun Warga (RW) dan Rukun Tetangga (RT). Dashboard bernama 'Dariku Untukmu X Produk RW' ini dikembangkan untuk memantau data kependudukan berbasis kewilayahan secara akurat," ujar Salimin dalam keterangan di Jakarta, Rabu, 1 April 2026.
Berdasarkan data Data Kependudukan Bersih (DKB) Kementerian Dalam Negeri, dari total 225 pendatang tersebut, terdiri dari 126 perempuan dan 99 laki-laki.
Dari aspek pendidikan, mayoritas pendatang atau sebanyak 70,67 persen merupakan lulusan SMA ke bawah. Sementara itu, 29,33 persen sisanya memiliki latar belakang pendidikan di atas jenjang SMA.
Salimin juga memaparkan kondisi ekonomi para pendatang baru tersebut. "Sekitar 61,33 persen pendatang masuk dalam kategori berpenghasilan rendah, sementara 38,67 persen lainnya berada di luar kategori tersebut," imbuhnya.
Asal Daerah dan Wilayah Tujuan
Mayoritas warga baru ini diketahui berasal dari wilayah penyangga Jakarta, yakni Depok, Bogor, dan Tangerang Selatan.
Sebagian besar dari mereka berprofesi sebagai karyawan swasta serta pelajar atau mahasiswa yang akan menempuh pendidikan.
Adapun tiga kecamatan di Jakarta Selatan yang menjadi tujuan utama domisili para pendatang ini meliputi Kecamatan Jagakarsa, Pesanggrahan dan Pasar Minggu.
Imbauan Tertib Administrasi
Menanggapi fenomena ini, Pemprov DKI Jakarta melalui Sudin Dukcapil mengimbau agar seluruh pendatang segera melapor dan mengurus administrasi kependudukan sesuai aturan yang berlaku. Hal ini dinilai penting sebagai rujukan utama dalam perencanaan pembangunan dan pelayanan publik.
"Kami berharap para pendatang dapat menjadi bagian dari masyarakat yang tertib, aktif, dan berkontribusi positif dalam kehidupan sosial di lingkungan masing-masing," pungkas Salimin.
Editor: Redaktur TVRINews
