
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews – Lampung
Lonjakan Pengunjung Pusat Buah Tangan di Lampung dan Jember Mencapai Tiga Kali Lipat
Momentum perayaan Idulfitri 1447 H menjadi katalisator positif bagi sektor ekonomi kreatif dan UMKM, khususnya pusat oleh-oleh di berbagai daerah.
Lonjakan arus mudik tahun ini memicu kenaikan jumlah kunjungan wisatawan dan pemudik yang berburu buah tangan khas daerah hingga tiga kali lipat dibandingkan hari biasa.

Di Bandar Lampung, pusat oleh-oleh Aneka Sari Rasa mencatatkan kepadatan yang konsisten sejak hari pertama Lebaran,. Area parkir dilaporkan terus dipadati kendaraan berpelat luar daerah, sementara bagian dalam toko dipenuhi konsumen yang memborong komoditas unggulan seperti keripik pisang dan kemplang.
Supervisor Toko Aneka Sari Rasa, Arya Astawan, mengonfirmasi adanya tren peningkatan signifikan yang didorong oleh tingginya mobilitas masyarakat dari wilayah Jabodetabek. Ia memprediksi puncak kunjungan masih akan berlanjut hingga akhir pekan ini.
"Peningkatan kunjungan ini dipengaruhi oleh banyaknya pemudik dari Jabodetabek yang masuk ke Lampung. Berdasarkan pola tahunan, pelancong dari Sumatra Selatan biasanya akan menyusul memadati toko menjelang akhir masa libur," ujar Arya pada Kamis 26 Maret 2026
Ekspansi Pasar Produk Lokal
Fenomena serupa terpantau di Jawa Timur, tepatnya di pusat oleh-oleh Purnama Jati, Kabupaten Jember. Produk olahan tape dan kacang edamame menjadi primadona yang paling dicari oleh wisatawan lintas kota sejak H+1 Lebaran.
Amalia, staf operasional di Purnama Jati, menjelaskan bahwa volume pengunjung harian mengalami eskalasi yang sangat tajam selama periode libur nasional ini.
"Kenaikannya sangat signifikan. Jika pada hari normal kami melayani sekitar 30 orang, pada masa mudik ini angka kunjungan bisa menembus 100 orang per hari," kata Amalia.
Bagi para pemudik, membawa buah tangan bukan sekadar tradisi, melainkan media untuk memperkenalkan potensi daerah ke kota domisili. Vivi, seorang warga asli Jember yang bekerja di Jakarta, sengaja memborong kopi lokal untuk dibagikan kepada rekan sejawatnya.
"Kopi Jember memiliki kualitas unggul namun belum banyak diketahui secara luas. Saya memanfaatkan momen pulang kampung ini untuk membantu mempromosikan produk lokal kepada teman-teman di Jakarta," ungkapnya.
Di sisi lain, Ikey, seorang pengunjung di Lampung, memilih berbelanja karena kelengkapan produk yang ditawarkan. Ia berencana membawa hasil buruannya ke Subang, Jawa Barat, sebagai hantaran bagi kerabat keluarga.
Secara keseluruhan, geliat ekonomi di sektor ritel oleh-oleh ini menunjukkan optimisme pemulihan daya beli masyarakat serta efektivitas momentum Lebaran dalam memutar roda ekonomi daerah pasca-pandemi.
Editor: Redaktur TVRINews
