Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Jakarta
Menjelang peringatan Hari Kemerdekaan RI yang jatuh pada tanggal 17 Agustus, bendera merah putih biasanya jadi barang dagangan yang laris di pinggir jalan.
Namun, tahun ini para pedagang musiman, seperti yang ditemui tvrinews.com, di seberang Stasiun Jatinegara mengeluh omzet menurun drastis. Penyebabnya, tren bendera bergambar bajak laut dari serial One Piece yang ramai dibicarakan belakangan ini.
Wawan Ayra (52 tahun), pedagang bendera asal Cirebon, mengaku sudah menekuni usaha musiman ini sejak 1997. Ia biasa mulai berjualan awal Agustus, memanfaatkan momen perayaan kemerdekaan untuk menambah penghasilan keluarga.
“Tahun ini gara-gara ada isu bendera One Piece, imbasnya ke kita-kita yang kecil. Omzet turun sampai 70 persen. Biasanya tanggal segini udah ramai, sekarang jam 12 siang pun belum ada pembeli,” ujar Wawan ketika ditemui tvrinews.com di lokasi, pada Sabtu, 9 Agustus 2025.
Ia menceritakan pendapatan dari berjualan bendera biasanya cukup untuk menutupi modal dan kebutuhan harian. Bahkan pada tahun-tahun ramai, ia bisa melayani pembeli hingga larut malam.
“Dulu kalau tanggal 9 atau 10, mobil-mobil pada berhenti, orang senyum, beli. Sekarang pada bengong aja,” kata Wawan.
Kondisi serupa dirasakan Kadi (43), pedagang bendera asal Palimanan yang sudah berjualan sejak 2012. Biasanya ia bisa meraup omzet 4–5 juta rupiah selama musim 17 Agustus. Tahun ini, penjualan belum menyentuh separuh target.
“Sekarang orang lebih banyak beli online, ditambah lagi bendera One Piece itu lagi ramai. Jadi yang merah putih sepi,” tutur Kadi.
Bagi para pedagang musiman di Jatinegara, momentum 17 Agustus adalah kesempatan setahun sekali untuk mendapatkan penghasilan tambahan. Mereka berharap penjualan bisa meningkat mendekati hari H, agar tak pulang dengan tangan kosong.
“Mudah-mudahan tanggal 11 ke atas ada pergerakan. Kalau enggak, alamatnya kayak 10 tahun lalu, sepi sekali,” kata Wawan.
Editor: Redaksi TVRINews
