
Wakil Presiden (Wapres) Gibran tiba di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Jumat 30 Januari 2026 (Foto: Sekret Wapres)
Penulis: Fityan
TVRINews - Aceh Tamiang
Pemerintah percepat rekonstruksi fasilitas publik dan hunian warga guna memastikan akses layanan dasar kembali normal.
Wakil Presiden Republik Indonesia, Gibran Rakabuming Raka, melakukan kunjungan kerja ke Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, pada Jumat 30 Januari 2026.
Kunjungan ini bertujuan untuk mengevaluasi secara langsung progres pemulihan wilayah tersebut setelah dihantam bencana banjir bandang dan tanah longsor pada akhir tahun lalu.
Langkah ini diambil guna memastikan seluruh tahapan rehabilitasi, mulai dari infrastruktur pendidikan hingga kesehatan, berjalan sesuai target yang ditetapkan pemerintah pusat.
Prioritas Layanan Pendidikan dan Kesehatan
Setibanya di lokasi menggunakan helikopter dari Medan, Wapres Gibran langsung menuju SMP Negeri 1 Karang Baru.
Di sekolah tersebut, ia meninjau efektivitas kegiatan belajar mengajar yang sempat terganggu akibat kerusakan infrastruktur.
Selain sektor pendidikan, agenda utama kunjungan ini meliputi:
• Pemeriksaan Layanan Medis: Meninjau kesiapan tenaga medis dan fasilitas di RSUD Aceh Tamiang.
• Kesiapan Logistik: Memantau kondisi warga di posko pengungsian.
• Penyediaan Hunian: Meninjau progres pembangunan hunian sementara bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Implementasi Instruksi Presiden
Berdasarkan keterangan resmi Sekretariat Wakil Presiden yang dihimpun dari Antara, kehadiran Wapres di Serambi Mekkah ini merupakan bentuk nyata dari arahan Presiden Prabowo Subianto.
Kepala Negara sebelumnya telah menginstruksikan agar jajaran kementerian dan pemerintah daerah bersinergi untuk mempercepat pemulihan ekonomi dan sosial di daerah terdampak bencana.
"Negara harus hadir secara cepat untuk memastikan masyarakat tidak hanya pulih secara fisik, namun juga mendapatkan kembali hak-hak dasarnya seperti akses kesehatan dan tempat tinggal yang layak," demikian petikan arahan Presiden yang menjadi landasan kunjungan ini.
Pemerintah berkomitmen bahwa proses pemulihan jangka panjang akan terus dikawal secara berkelanjutan, sehingga fasilitas dasar masyarakat di Aceh Tamiang dapat berfungsi sepenuhnya dalam waktu dekat.
Editor: Redaksi TVRINews
