
Foto: Dok. Kemensos
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Sosial (Mensos), Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menyebut kisah Anggun Aprilyani (15), anak buruh harian lepas asal Kabupaten Tanah Laut, sebagai potret nyata tujuan besar program Sekolah Rakyat.
Dalam kegiatan Dialog Calon Siswa Sekolah Rakyat tahap 1C di Banjarbaru, Kalimantan Selatan, Senin 22 September 2025, Gus Ipul menegaskan bahwa Sekolah Rakyat hadir untuk membuka jalan bagi anak-anak dari keluarga sederhana agar tetap bisa menggapai masa depan.
"Inilah semangat Sekolah Rakyat. Anak-anak dari keluarga sederhana, yang ditinggal ibunya dan hanya hidup bersama ayah yang bekerja seadanya, tetap punya hak untuk sekolah dan masa depan yang lebih baik," ujar Gus Ipul dalam keterangan tertulis yang dikutip dari laman Kemensos, Selasa 23 September 2025.
Anggun, yang sempat hampir kehilangan harapan melanjutkan pendidikan karena kondisi ekonomi keluarganya, kini terdaftar sebagai salah satu dari 70 calon siswa Sekolah Rakyat 1C.
Program ini juga merangkul anak-anak lain, seperti Muhammad Aditya (10) dari Desa Pagatan Besar, yang kembali bisa sekolah setelah sempat putus pendidikan akibat perpisahan orang tuanya.
Menurut Gus Ipul, kisah-kisah seperti inilah yang ingin dijawab oleh Sekolah Rakyat, program gagasan Presiden Prabowo Subianto untuk memperluas akses pendidikan sekaligus mengentaskan kemiskinan.
"Seleksi tidak dibuka umum, tapi berbasis data DTSEN dan diverifikasi BPS. Tidak boleh ada titipan. Kalau ada penyimpangan, sanksinya sangat berat," tegasnya.
Sekolah Rakyat tahap 1C ini berlokasi di Balai Latihan Kerja (BLK) Provinsi Kalimantan Selatan, dengan 20 calon siswa SD dan 50 calon siswa SMA. Para peserta akan menjalani pemeriksaan kesehatan sekaligus pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) pada 29 September 2025 mendatang.
Editor: Redaksi TVRINews
