
Foto: Kemendukbangga/BKKBN
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/Kepala BKKBN, Wihaji menerima audiensi Yayasan Swastisvarna di Ruang VIP Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN, Jakarta.
Pertemuan tersebut membahas rencana penyelenggaraan Gebyar Angklung Lansia Nusantara (Gempita/GALANG) yang akan digelar pada 29 Mei 2026 bertepatan dengan Hari Lanjut Usia Nasional.
Dalam audiensi itu, Wihaji menegaskan pentingnya kesiapan kebijakan menghadapi fenomena ageing population. Saat ini, proporsi penduduk lanjut usia di Indonesia telah mencapai 11,7 persen dari total populasi.
“Negara harus hadir memastikan lansia tetap sehat, berdaya, dan bahagia. Kegiatan seni seperti musik angklung yang diintegrasikan ke dalam Sekolah Lansia menjadi ruang kebersamaan dan pembelajaran sepanjang hayat,” ujar Wihaji, dikutip Kamis, 12 Februari 2026.
Ia menambahkan, kegiatan berbasis seni dan budaya dapat menjadi sarana efektif untuk menjaga kesehatan fisik dan mental lansia sekaligus memperkuat interaksi sosial.
Rencana Gebyar Angklung Lansia Nusantara juga menjadi bagian dari penguatan program Lansia Mandiri, Sehat, Bahagia, Produktif, dan Bermartabat. Melalui program prioritas Lanjut Usia Berdaya (Sidaya), Kemendukbangga mendorong lansia tetap aktif, mandiri, serta memiliki ruang aktualisasi diri di tengah masyarakat.
Program Sidaya dirancang sebagai pendekatan komprehensif dalam meningkatkan kualitas hidup lansia, tidak hanya dari aspek kesehatan, tetapi juga sosial dan psikologis. Pemerintah berharap berbagai inisiatif tersebut mampu memastikan masa lanjut usia dijalani secara bermakna dan bermartabat.
Editor: Redaksi TVRINews
