
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
PT Pertamina (Persero) terus mempercepat pemulihan jalur distribusi energi di wilayah Sumatera pasca bencana alam. Fokus utama saat ini adalah memastikan kemudahan akses BBM dan LPG bagi masyarakat terdampak melalui strategi distribusi berlapis.
Corporate Secretary PT Pertamina (Persero), Arya Dwi Paramita, menyatakan bahwa infrastruktur energi di beberapa wilayah terdampak sudah menunjukkan progres signifikan, bahkan sebagian besar telah kembali normal.
"Kami berupaya memastikan kemudahan distribusi energi bagi masyarakat melalui penguatan jalur distribusi. Update untuk wilayah Aceh, sebanyak 151 dari 156 SPBU atau sekitar 97 persen sudah beroperasi kembali," ujar Arya dalam keterangan resminya melalui tayangan YouTube BNPB Indonesia terkait Update Penanganan Pasca Bencana di Sumatera, Jumat 9 Januari 2026.

Selain Aceh, Arya merinci bahwa pemulihan di wilayah Sumatera lainnya telah mencapai angka maksimal. Di Sumatera Utara, sebanyak 406 SPBU dipastikan sudah 100 persen beroperasi normal. Kondisi serupa terjadi di Sumatera Barat, di mana 147 SPBU telah pulih sepenuhnya.
Untuk sektor gas, sebanyak 94 dari 131 agen LPG yang terdampak di wilayah terdampak juga dilaporkan sudah mulai berangsur normal.
Guna menembus wilayah yang akses daratnya terputus, Pertamina menerapkan tiga metode distribusi: Reguler, Alternatif, dan Emergency. Perusahaan pelat merah ini mengerahkan seluruh armada baik di darat, laut, maupun udara.
"Kami menggunakan pesawat air tractor dan helikopter dengan metode sling load untuk membawa BBM dan tabung LPG ke daerah yang benar-benar terisolir," jelas Arya.
Tak hanya memastikan pasokan energi, Pertamina juga mengerahkan 500 relawan yang tersebar di 6 posko utama, yakni di Lhokseumawe, Pidie Jaya, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Agam, dan Sibolga.
Berikut adalah rincian bantuan kemanusiaan yang telah disalurkan:
- * Energi untuk Pengungsian: Mendukung 164 posko dan 111 dapur umum dengan pasokan Bright Gas.
- * Dukungan Operasional: Menyediakan BBM untuk pesawat dan kendaraan operasional BNPB, serta bantuan genset untuk rumah sakit.
- * Air Bersih: Menyiagakan 15 mobil tangki air, pembuatan sumur bor baru, serta reaktivasi sumur warga bekerja sama dengan Wanadri.
- * Layanan Kesehatan: Mengerahkan 28 dokter dan 56 perawat di 4 posko medis yang telah melayani lebih dari 1.500 warga.
Selain bantuan fisik, Pertamina juga memberikan pendampingan psikososial atau trauma healing bagi anak-anak dan orang dewasa untuk membantu pemulihan mental warga pasca bencana.
Editor: Redaktur TVRINews
