
Foto: istimewa
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Chusnunia, menilai jika Festival Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Riau, merupakan bukti nyata bagaimana warisan budaya mampu hidup, berkembang, dan menjadi daya tarik wisata kelas dunia.
"Terbukti, fenomena aura farming berhasil menarik perhatian dunia. Bahkan, rapper asal Amerika Serikat, Melly Mike, menjadi sorotan setelah lagunya Young, Black, and Rich viral sebagai latar video anak-anak di Festival Pacu Jalur," ujar Chusnunia
Tak hanya itu, ia menuturkan dengan kehadiran unsur internasional seperti artis mancanegara dinilai menambah daya tarik festival tersebut.
Menurut Chusnunia, ini menjadi bukti bahwa budaya lokal bisa menarik perhatian global dan berdampak langsung pada antusiasme wisatawan, baik domestik maupun mancanegara.
Festival Pacu Jalur telah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Kuantan Singingi selama berabad-abad. Selain sebagai ajang olahraga tradisional, Pacu Jalur juga telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Indonesia.
Ajang ini bahkan masuk sebagai salah satu dari empat event unggulan Provinsi Riau yang tercantum dalam Karena Event Nasional (KEN) 2025, sebagai bagian dari strategi nasional dalam promosi pariwisata berbasis budaya.
"Kami memberikan apresiasi kepada Kementerian Pariwisata, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, serta Pemerintah Daerah yang terus mendorong pelestarian budaya sekaligus menjadikannya potensi ekonomi," kata dia
Chusnunia juga menyoroti peran budaya sebagai alat diplomasi yang efektif. "Event seperti ini memperkuat nation branding Indonesia di mata dunia."
Dalam catatannya, Festival Pacu Jalur Tradisional 2024 mampu menarik 1,4 juta pengunjung dan menghasilkan perputaran ekonomi hingga Rp42,16 miliar. Ia memprediksi festival tahun ini akan lebih meriah, berkat perpaduan kekuatan budaya lokal dan nuansa internasional.
“Mudah-mudahan capaian tahun ini meningkat. Ini membuktikan bahwa Pacu Jalur bukan sekadar warisan budaya, tapi juga motor penggerak ekonomi masyarakat dan daerah,” pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
