
Foto: dok. Kementerian Kebudayaan
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Museum Semedo di Desa Semedo, Kabupaten Tegal, resmi dibuka untuk publik setelah Menteri Kebudayaan Fadli Zon menandatangani prasasti peresmian pada Selasa, 2 Desember 2025.
Fadli Zon berharap Museum Semedo dapat berkembang menjadi ruang edukasi sekaligus ruang kultural bagi masyarakat. Museum yang berdiri di atas lahan seluas 10.582 meter persegi ini kini berstatus sebagai pusat riset dan edukasi prasejarah berskala nasional.
Temuan Homo Erectus Jadi Sorotan Dunia
Menbud Fadli Zon menekankan pentingnya Museum Semedo dalam kajian paleoantropologi internasional. Temuan Homo erectus di kawasan Semedo disebut memiliki nilai signifikan dan menjadi perhatian komunitas ilmiah global.
“Ini merupakan rangkaian jejak manusia purba. Temuan di Nusantara membentuk 50–60 persen dari koleksi dunia,” ujar Fadli Zon, dikutip Rabu, 3 Desember 2025.
Ia menambahkan, pendekatan kreatif, termasuk melibatkan influencer, penting untuk menarik minat generasi muda dalam mengenal warisan budaya.
“Kekayaan budaya ini tidak bisa dihargai dengan uang. Temuannya sangat langka,” tambahnya.
Diversifikasi Pendapatan Museum
Fadli Zon menekankan perlunya diversifikasi sumber pendapatan Museum Semedo. Harga tiket masuk yang relatif murah, yakni Rp8.000, dinilai belum cukup untuk menopang pengembangan museum.
“Pendapatan utama museum di luar negeri bukan dari tiket, porsi tiket hanya 30 persen. Sementara merchandise bisa menyumbang hingga 50 persen,” jelasnya.
Fadli Zon menilai skema pengelolaan sebagai Badan Layanan Umum (BLU) membuka peluang kerja sama dengan pihak swasta serta pengembangan intellectual property (IP) dari koleksi dan konten edukatif museum.
Destinasi Budaya Terpopuler Kedua di Tegal
Penanggung Jawab Museum Semedo, Gatut Eko Nurcahyo, menyampaikan bahwa museum ini kini menjadi destinasi wisata terpopuler kedua di Kabupaten Tegal dan satu-satunya destinasi berbasis warisan budaya di wilayah tersebut.
Museum Semedo memamerkan lebih dari 3.100 koleksi, yang terdiri atas artefak, fosil biologis, dan material geologis. Tingginya angka kunjungan menjadi bukti bahwa warisan budaya dapat mendorong potensi masyarakat di sektor pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif.
Museum Semedo Diharapkan Jadi Motor Pemajuan Kebudayaan
Usai peresmian, Fadli Zon meninjau seluruh ruang pamer bersama Dirjen Pengembangan Pemanfaatan dan Pembinaan Kebudayaan Kemdikbudristek, Ahmad Mahendra, serta sejumlah pejabat lainnya.
Dengan rata-rata kunjungan mencapai 6.000 orang per bulan, Museum Semedo diharapkan menjadi motor pemajuan kebudayaan di Kabupaten Tegal sekaligus pusat riset prasejarah strategis di Indonesia.
Editor: Redaksi TVRINews
