Penulis: Fityan
TVRINews – Jakarta
Menuju Satu Tahun: Mengukur Laju Kabinet Prabowo-Gibran Setelah Sederet Kebijakan Populis dan Komitmen Global
Dua hari lagi tepatnya Tepat Minggu, 20 Oktober 2025, Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka genap satu tahun memimpin Indonesia.
Setelah dilantik setahun lalu, Kabinet yang diberi nama Kabinet Merah Putih ini langsung tancap gas, menyatukan berbagai latar belakang profesional dan politik demi kepentingan nasional.
Satu tahun ini menjadi fase awal yang intensif, ditandai dengan serangkaian kebijakan strategis dan langkah populis yang menyentuh langsung berbagai sektor kehidupan masyarakat.
"Catatan positif dalam artian prestasi selama satu tahun tentu banyak sekali," ujar Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi di kediaman pribadi Prabowo, Jakarta, Minggu (12/10) malam. Pernyataan ini merangkum optimisme pemerintah yang, sejak awal, membulatkan tekad dan menyamakan visi di Lembah Tidar untuk mengemban misi Asta Cita demi mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Visi Tidar dan Rentetan Prestasi
Lembah Tidar pun menjadi saksi tekad Kabinet Merah Putih untuk menyamakan visi dan mengharmonisasikan gerak langkah dalam mengemban misi Asta Cita, demi mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045.
Di tempat yang bersejarah ini, selama tiga hari para anggota kabinet dibekali dengan arah kebijakan pemerintahan Presiden Prabowo serta dilatih kedisiplinan dan memupuk kekompakan untuk bersama-sama bekerja melayani rakyat, bersama mewujudkan Indonesia yang adil, makmur, dan sejahtera.
Dan kini Dua hari jelang peringatan satu tahun masa bakti, Kabinet Merah Putih menyoroti sejumlah program unggulan yang telah dieksekusi:
• Pembebasan Beban UMKM: Salah satu langkah berani adalah kebijakan Penghapusan Piutang Macet UMKM, yang dilegalkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 47 Tahun 2024. Kebijakan ini akan menghapus utang macet hingga total Rp14 triliun bagi satu juta pelaku UMKM. Presiden Prabowo menegaskan,
"Pemerintah berharap dapat membantu saudara-saudara kita, para produsen yang bekerja di bidang pertanian, UMKM, dan sebagai nelayan yang merupakan produsen pangan yang sangat penting."
• Ketahanan Pangan dan Petani: Dalam 100 hari pertama, pemerintah menaikkan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah dan jagung, serta mengambil keputusan tegas untuk menghentikan impor beras.
Langkah ini disambut gembira petani dan menjadi fondasi percepatan swasembada pangan nasional, diiringi pengembangan lumbung pangan di daerah seperti Merauke.
• Perlindungan Gaji dan Upah: Pada sektor ketenagakerjaan, pemerintah menaikkan rata-rata Upah Minimum Nasional sebesar 6,5 persen untuk tahun 2025. Bersamaan dengan itu, paket stimulus ekonomi senilai Rp38,6 triliun diluncurkan, termasuk bantuan beras dan diskon listrik, untuk meredam dampak kenaikan PPN pada barang mewah.
Kesejahteraan dan Pelayanan Publik
Pemerintah juga fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pelayanan. Anggaran kesejahteraan guru, baik ASN maupun non-ASN, ditingkatkan menjadi Rp81,6 triliun pada 2025.
Di sisi lain, layanan publik juga dioptimalkan. "Mungkin pertama kali dalam beberapa tahun kita bisa menurunkan harga tiket pesawat," kata Kepala Negara tentang kebijakan diskon 10 persen harga tiket pesawat menjelang Natal dan Tahun Baru.
Komitmen terbesar pada kesejahteraan datang dari implementasi bertahap program andalan, Makan Bergizi Gratis (MBG), yang diluncurkan awal 2025. "Program makanan bergizi kita berjalan, alhamdulillah," ujar Presiden Prabowo, menargetkan seluruh anak Indonesia dapat mengakses program ini pada akhir tahun 2025.
Bukan itu saja Presiden Prabowo Bersama kabinetnya berusaha keras memutus rantai kemiskinan melalu sekolah rakyat dan mencetak Pendidikan untuk generasi emas di seluruh tanah air.
Selain itu, biaya perjalanan ibadah haji (Bipih) juga mengalami penurunan. "Mungkin pertama kali dalam sejarah republik juga kita turunkan harga naik haji," ucapnya, menekankan efisiensi yang ketat tanpa mengurangi kualitas layanan.
Diplomasi Global dan Penguatan Ekonomi
Di dalam negeri, Presiden mendorong efisiensi anggaran dan reformasi perpajakan yang "adil dan prorakyat." Ia juga menegaskan bahwa infrastruktur akan sebagian besar diserahkan kepada swasta untuk dibangun, sembari melanjutkan proyek strategis ketenagalistrikan. "Saya terus menerus monitor, saya terus menerus menuntut penghematan, efisiensi," tekan Presiden.
Di kancah internasional, Presiden Prabowo menunjukkan dedikasi tinggi terhadap perdamaian dunia. Kunjungan perdananya ke luar negeri membawa pulang komitmen investasi senilai 18,5 miliar dolar AS.
Puncak apresiasi global didapat saat Presiden menuntaskan komitmennya untuk perdamaian Gaza di hadapan PBB dan KTT Perdamaian Mesir. Dalam pertemuan tersebut, dedikasi Indonesia mendapat standing ovation.
Satu tahun masa pemerintahan ini menjadi penanda dimulainya era Merah Putih, yang berupaya menyeimbangkan kebijakan populis domestik dengan penguatan peran Indonesia sebagai mitra strategis global.
Editor: Redaksi TVRINews
