
dok. Kemendikdasmen
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) terus mengakselerasi Program Revitalisasi Satuan Pendidikan sebagai bagian dari komitmen pemerataan layanan pendidikan di seluruh Indonesia, termasuk daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). Program yang diluncurkan pada peringatan Hari Pendidikan Nasional 2025 ini ditujukan untuk memastikan setiap anak memperoleh akses pendidikan yang aman, layak, dan bermutu.
Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah PAUD Murmas Kertaraharja di Dusun Kertaraharja, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga, Kabupaten Lombok Utara, Nusa Tenggara Barat. Sekolah ini sebelumnya mengalami kerusakan total akibat gempa bumi 7,0 Skala Richter pada 2018 yang melanda wilayah tersebut.
Pada 2025, PAUD Murmas mendapatkan bantuan revitalisasi berupa pembangunan ruang kelas baru, ruang UKS, toilet ramah anak, serta arena bermain dengan fasilitas edukatif. Total anggaran yang dikucurkan mencapai lebih dari Rp563 juta.
Kepala PAUD Murmas, Azizah Safitri, menyampaikan bahwa perbaikan sarana dan prasarana membawa dampak signifikan terhadap proses belajar mengajar.

“Lingkungan yang aman dan fasilitas yang memadai membuat guru lebih nyaman dan termotivasi. Anak-anak pun bisa belajar dengan aman, ceria, dan berkembang secara optimal, baik motorik maupun sosial-emosional,”ujar Azizah dalam keterangan tertulis, Minggu, 22 Februari 2026.
Program serupa juga dirasakan SMAN 3 Fatuleu di Kabupaten Kupang, Nusa Tenggara Timur. Pada 2025, sekolah ini menerima bantuan revitalisasi senilai Rp1,05 miliar yang mencakup rehabilitasi ruang kelas, ruang administrasi, laboratorium TIK, perbaikan toilet, hingga pembangunan laboratorium IPA baru.
Kepala SMAN 3 Fatuleu, Yosef Kono, mengatakan peningkatan fasilitas tersebut berdampak langsung pada semangat belajar siswa dan kualitas pembelajaran.
Selain memperbaiki infrastruktur sekolah, pelaksanaan revitalisasi dengan skema swakelola turut menggerakkan perekonomian warga sekitar. Selama sekitar 120 hari proses pembangunan, berbagai sektor usaha lokal seperti pedagang, penyedia bahan bangunan, hingga pengrajin mebel ikut merasakan manfaatnya.
Dampak positif program ini juga menjangkau wilayah perbatasan timur Indonesia. SMP Negeri 1 Towe di Distrik Towe, Kabupaten Keerom, Papua, yang berbatasan langsung dengan Papua Nugini, menerima bantuan revitalisasi lebih dari Rp2,6 miliar pada 2025. Bantuan tersebut mencakup pembangunan ruang administrasi, laboratorium, ruang kelas, rumah dinas guru, ruang UKS, serta rehabilitasi toilet.
Kepala SMP Negeri 1 Towe, Laurensius Wiku, menyebut revitalisasi tersebut menjadi investasi jangka panjang bagi peningkatan kualitas pendidikan di wilayahnya.
“Revitalisasi ini sangat bermanfaat dan menjadi langkah penting untuk memajukan pendidikan, khususnya bagi peserta didik di Papua,”ungkap Wiku.
Komitmen keberlanjutan program ini juga ditegaskan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Abdul Mu’ti, dalam Konsolidasi Nasional di Depok pada 10 Februari 2026. Ia memastikan program prioritas pendidikan, termasuk revitalisasi satuan pendidikan, akan terus diperkuat pada 2026.
Berdasarkan data Direktorat Jenderal PAUD, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Menengah tahun 2025, sebanyak 14.072 satuan pendidikan telah menerima Program Revitalisasi Satuan Pendidikan. Jumlah tersebut terdiri atas 1.515 PAUD, 6.328 SD, 3.989 SMP, dan 2.240 SMA. Dari total itu, 949 sekolah berada di wilayah timur Indonesia dan kawasan 3T.
Kemendikdasmen menegaskan akan terus memperluas jangkauan revitalisasi, terutama di daerah 3T dan wilayah terdampak bencana. Langkah ini menjadi bagian dari upaya mewujudkan pendidikan bermutu untuk semua serta memperkuat fondasi pembangunan sumber daya manusia unggul di masa depan.
Editor: Redaksi TVRINews
