
Penulis: Alfin
TVRINews, Cilegon
Anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi Golkar, Ilham Permana, menilai kehadiran PT Lotte Chemical Indonesia (LCI) sebagai tonggak baru bagi kebangkitan industri petrokimia nasional. Ia menyampaikan hal tersebut saat kunjungan kerja di Cilegon, Jumat, 21 November 2025.

Ilham menegaskan Indonesia masih mengimpor sekitar 50 persen kebutuhan petrokimia sehingga kehadiran LCI menjadi momentum penting.
"Ditengah kenyataan bahwa kita kebutuhan petrokimia nasional kita masih 50 persen importasi, kehadiran Lotte Chemical Indonesia ini menjadi 'game changer'," ujar Ilham Permana, dalam keterangan yang diterima, Jumat, 21 November 2025.
Ia kembali menekankan apresiasinya. "Ya game changer bagi kemandirian industri nasional kita, oleh karenanya kami apresiasi itu,” ucap Ilham Permana.
Dalam kesempatan tersebut, Ilham mengajukan sejumlah catatan, terutama terkait daya saing produk LCI di tengah volatilitas harga global.
“Bagaimana memastikan bahwa produk yang bapak hasilkan berupa profilena dan etilena ini tetap kompetitif ditengah volatilitas harga yang harga global,” lanjut Ilham.
Ia juga menyorot ketergantungan bahan baku utama.
“Nafta dan elpiji bapak butuhkan sebagai raw material itu masih impor,” pungkas Ilham. Ia turut memberikan ucapan selamat atas peresmian LCI oleh Presiden pada 10 November.
Ilham menyinggung target produksi yang sangat besar, yaitu 1.000 KTA etilena dan 520 KTA propilena. Ia meminta penjelasan mengenai strategi menjaga efisiensi biaya produksi dalam situasi pasar global yang tidak stabil.
Dalam sesi pemaparan strategis, Ilham menyampaikan apresiasi mendalam terhadap upaya LCI membangun proyek senilai USD 3,9 miliar. Ia menyebut proyek tersebut memiliki nilai transformasional bagi Indonesia. Ia menegaskan pentingnya memastikan kesiapan operasi komersial pada paruh kedua 2025, termasuk ketepatan waktu konstruksi dan kontribusi industri terhadap ekonomi nasional.
Ilham menyampaikan beberapa fokus pengawasan Komisi VII. Ia menekankan pentingnya penguatan rantai pasok lokal, keterlibatan UMKM, sinergi standardisasi bersama BSN, dampak sosial dan lingkungan, serta transparansi komunikasi publik melalui Antara, TVRI, dan RRI.
Ia menegaskan kunjungan ini menjadi momentum untuk menyusun rekomendasi kebijakan penguatan daya saing industri petrokimia nasional. Menurutnya, keberhasilan LCI akan menjadi bukti kemampuan Indonesia bersaing di industri petrokimia Asia.
Editor: Redaktur TVRINews
