
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews - Trenggalek
Legislator Novita Hardini tawarkan program inkubasi UMKM sebagai langkah taktis penguatan kesejahteraan pendidik di Trenggalek.
Di tengah tantangan kesejahteraan yang dihadapi tenaga pendidik, Anggota DPR RI Komisi VII, Novita Hardini, mengusulkan integrasi ekonomi kreatif sebagai solusi alternatif bagi guru Pendidikan Profesi Guru (PPG) non-sertifikasi.
Dalam pertemuan yang berlangsung di Desa Masaran, Kecamatan Munjungan, Kamis 12 Februari 2026 legislator dari Fraksi PDI Perjuangan tersebut menyoroti urgensi diversifikasi penghasilan melalui sektor UMKM dan platform digital.
Langkah ini diambil sebagai respons atas aspirasi para guru yang hingga kini masih menantikan kejelasan status dan tunjangan profesi.
Transformasi Digital dan Inkubasi Bisnis
Novita, yang merupakan satu-satunya perwakilan perempuan dari Dapil 7 Jawa Timur, menekankan bahwa kemitraan strategisnya di Komisi VII dengan Kementerian UMKM serta Kementerian Ekonomi Kreatif harus dioptimalkan untuk membantu sektor pendidikan.
“Saya tidak bisa membiarkan persoalan ini beralu tanpa solusi nyata. Oleh karena itu, saya menawarkan program inkubasi UMKM serta peluang di ekosistem digital, seperti menjadi affiliate atau kreator konten,” ungkap Novita di hadapan para guru.
Menurutnya, penguasaan terhadap platform digital bukan sekadar tren, melainkan instrumen ekonomi yang mampu memberikan dukungan finansial tambahan di tengah masa tunggu kepastian administratif dari pemerintah pusat.
Komitmen Advokasi di Tingkat Nasional
Meski menawarkan solusi jangka pendek melalui pemberdayaan ekonomi, Novita menegaskan bahwa tuntutan utama para guru mengenai kesejahteraan formal tetap menjadi prioritas. Ia berjanji akan menjembatani komunikasi lintas komisi di parlemen.
“Perjuangan untuk kejelasan status dan peningkatan kesejahteraan tetap harus disuarakan secara konsisten. Saya berkomitmen mengawal aspirasi ini dan berkoordinasi dengan rekan-rekan di Komisi X yang membidangi sektor pendidikan,” tambahnya.

Diskusi ini menandai upaya pendekatan dua arah: memperkuat ketahanan ekonomi secara mandiri sekaligus terus mendorong kebijakan publik yang lebih berpihak pada nasib guru honorer dan non-sertifikasi di tingkat nasional.
Editor: Redaktur TVRINews
