
Foto: Dok. YouTube Sekretariat Presiden
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jakarta
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto mengatakan kebijakan pengendalian belanja negara yang diterapkan sepanjang tahun 2025 memberikan dampak signifikan terhadap kondisi fiskal nasional. Di mana, pemerintah berhasil menghemat lebih dari Rp300 triliun.
“Pada tahun pertama pemerintahan, kita menghemat lebih dari Rp300 triliun, sekitar 18 miliar dolar Amerika Serikat,” ujarnya saat menghadiri acara Indonesia Economic Outlook di Jakarta pada Jumat, 13 Februari 2026.
Penghematan tersebut diperoleh melalui pemangkasan belanja yang dianggap tidak produktif, termasuk perjalanan dinas luar negeri yang berlebihan, seremonial, seminar, diskusi, dan kajian yang tidak berujung pada tindakan nyata.
“Setiap rupiah yang kita hemat akan langsung dialihkan untuk program-program yang langsung dirasakan masyarakat, seperti makan bergizi gratis (MBG) dan pembangunan desa. Ini bukan sekadar angka, tapi dampak nyata bagi rakyat,” tambah Prabowo.
Dana yang tersisa kemudian dialokasikan untuk program-program produktif, seperti MBG, pembangunan infrastruktur di desa, serta penguatan ekonomi rakyat.
Menurutnya, hal ini juga bagian dari upaya menutup kebocoran anggaran dan memperkuat reformasi kelembagaan.
“Reformasi kelembagaan menunjukkan hasil yang sangat baik, efisiensi meningkat tajam dibanding tahun sebelumnya. Pengelolaan aset negara harus optimal dan terus meningkat,” tegasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
