
Menteri Agama Nasaruddin Umar, dok: Kemenag
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Tulungagung
Menteri Agama Nasaruddin Umar meminta Perguruan Tinggi Keagamaan (PTK) mengintegrasikan konsep ekoteologi ke dalam kurikulum sebagai bagian dari transformasi pendidikan yang berdampak nyata bagi masyarakat.
Hal tersebut disampaikan saat memberikan sambutan dalam kegiatan Implementasi Ekoteologi dan Literasi Al-Qur’an dalam Ekosistem Pendidikan Tinggi Islam Berdampak di UIN Sayyid Ali Rahmatullah Tulungagung, Kamis, 16 April 2026.
Menurut Menag, ekoteologi tidak boleh berhenti pada tataran konsep, tetapi harus diterapkan secara konkret dalam sistem pendidikan, mulai dari proses pembelajaran, penelitian, hingga pengabdian kepada masyarakat.
“Ekoteologi harus diimplementasikan secara nyata, tidak berhenti pada konsep. Ini harus masuk dalam kurikulum, riset, hingga pengabdian kepada masyarakat,”kata Nasaruddin dalam keterangan tertulis, Jumat, 17 April 2026.
Ia menilai, kampus Islam memiliki posisi strategis dalam menjawab berbagai tantangan global, khususnya isu kerusakan lingkungan dan krisis moral. Peran tersebut tidak hanya terbatas pada aspek akademik, tetapi juga dalam membangun kesadaran kolektif di tengah masyarakat.
Lebih lanjut, Menag menegaskan pentingnya literasi Al-Qur'an sebagai fondasi pembentukan karakter generasi muda. Pemahaman nilai-nilai Al-Qur’an dinilai mampu melahirkan lulusan yang tidak hanya unggul secara intelektual, tetapi juga memiliki kekuatan spiritual serta kepedulian terhadap lingkungan.
“Al-Qur’an harus menjadi sumber inspirasi dalam membangun peradaban, termasuk dalam merespons persoalan lingkungan hidup,”jelasnya.
Menag juga mengajak seluruh sivitas akademika menjadikan perguruan tinggi sebagai pusat transformasi nilai yang mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat. Ia berharap, pendidikan tinggi Islam dapat melahirkan generasi yang kompeten, berintegritas, serta memiliki akhlak mulia dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.
Editor: Redaksi TVRINews
