
dok. Kemenhub
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Perhubungan Republik Indonesia mengajak masyarakat untuk memantau pergerakan Angkutan Lebaran 2026 secara real time melalui layanan Nusantara Hub – Live Streaming. Kanal ini disediakan sebagai sumber informasi resmi agar masyarakat dapat mengetahui kondisi arus mudik dan balik secara langsung serta terhindar dari informasi yang tidak benar.
Pemantauan tersebut didukung oleh Posko Pusat Angkutan Lebaran Terpadu 2026 yang menjadi pusat koordinasi nasional selama masa Angkutan Lebaran. Melalui platform ini, masyarakat dapat memperoleh informasi terkini terkait kondisi lalu lintas dan transportasi, cuaca, serta titik rawan di sejumlah simpul transportasi utama.
Nusantara Hub merupakan platform digital terpadu milik Kementerian Perhubungan yang mendukung layanan transportasi lintas moda. Selain itu, platform ini juga digunakan untuk mendukung penyelenggaraan program mudik gratis secara terintegrasi sehingga pelayanan menjadi lebih aman, transparan, dan terkoordinasi.
Menteri Perhubungan, Dudy Purwagandhi, menegaskan pemerintah berkomitmen memastikan pelayanan transportasi selama masa Angkutan Lebaran berjalan optimal.
“Pemerintah berkomitmen memastikan seluruh fasilitas transportasi dan pelayanan publik selama masa mudik dan arus balik dapat berjalan dengan baik,” ujar Dudy dalam keterangan tertulis, Minggu, 22 Maret 2026.
Berdasarkan data Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik Lebaran 2026 terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 atau H-3, dengan pergerakan penumpang tinggi di hampir seluruh moda transportasi. Sementara itu, puncak arus balik diperkirakan terjadi pada 24 Maret 2026.
Kementerian Perhubungan mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan Nusantara Hub sebagai rujukan utama dalam memantau kondisi perjalanan selama masa Angkutan Lebaran. Melalui layanan tersebut, masyarakat dapat menyesuaikan waktu perjalanan, memilih rute alternatif, serta menghindari kepadatan berdasarkan kondisi terkini di lapangan.
Editor: Redaktur TVRINews
