
Menteri Pertanian Amran Sulaiman (Foto: Kementan)
Penulis: Fityan
TVRINews-Jakarta
Kementerian Pertanian melepas pengiriman telur dan olahan ayam senilai Rp18,2 miliar ke pasar internasional.
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Pertanian resmi memulai rangkaian ekspor produk unggas dan turunannya ke Jepang, Singapura, dan Timor Leste.
Hal ini menandai penguatan posisi komoditas peternakan nasional di pasar global dengan total nilai pengiriman mencapai Rp18,2 miliar.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman melepas keberangkatan enam kontainer perdana di Jakarta pada Selasa 3 Maret 2026. Pengiriman awal ini membawa volume 75 ton produk dengan nilai ekonomi sebesar Rp3,3 miliar.
Adapun seluruh rangkaian ekspor yang terdiri dari telur konsumsi hingga produk olahan siap saji tersebut dijadwalkan rampung secara bertahap pada akhir Maret 2026.
"Hari ini kita melepas ekspor produk unggas dan turunannya ke tiga negara, yaitu Singapura, Jepang, dan Timor Leste," ujar Amran dalam seremoni pelepasan di kantor Kementerian Pertanian.
Ekspansi Pasar Global
Keberhasilan menembus pasar Jepang dan Singapura dipandang sebagai pencapaian signifikan mengingat ketatnya standar keamanan pangan di negara-negara tersebut.
Dengan tambahan tiga negara tujuan ini, Indonesia kini telah rutin mengekspor produk unggas ke 10 negara, termasuk Uni Emirat Arab, Qatar, dan Myanmar.
Amran menegaskan bahwa agresivitas ekspor ini didasari oleh kondisi produksi dalam negeri yang telah melampaui kebutuhan domestik.
Menurutnya, Indonesia tidak lagi sekadar berorientasi pada pemenuhan kebutuhan internal atau impor, melainkan bergerak menuju target sebagai lumbung pangan dunia.
"Sekarang ini kita sudah swasembada telur, ayam, beras, dan seterusnya. Nah, ini kita dorong ekspor ke negara-negara lain," jelas Amran.
Ia menambahkan bahwa upaya ini tidak hanya bertujuan menambah devisa negara, tetapi juga membuka lapangan kerja baru melalui peningkatan nilai tambah produk.
Dukungan Regulasi dan Kemitraan
Dalam pengiriman kali ini, sejumlah perusahaan besar sektor agribisnis terlibat aktif, di antaranya PT Charoen Pokphan Indonesia, PT Japfa Comfeed, PT Taat Indah Bersinar, dan PT Malindo Food.
Pemerintah berkomitmen untuk memfasilitasi para pelaku usaha dalam hal legalitas dan perizinan guna mempercepat penetrasi pasar internasional. Amran memastikan bahwa birokrasi tidak akan menjadi penghambat bagi pengusaha yang ingin memperluas jangkauan ekspornya.
"Insyaallah pemerintah mensupport, terutama legalitas, apa saja yang pengusaha inginkan hubungannya dengan ekspor akan kita dorong," pungkasnya.
Editor: Redaksi TVRINews
