
Siswa SRMP 19 Kupang (Foto: Bakom RI)
Penulis: Fityan
TVRINews – Kupang
Pendekatan kasih sayang di Sekolah Rakyat terbukti efektif mengubah perilaku dan membangun rasa aman anak dari keluarga prasejahtera.
Di tengah tantangan ekonomi yang menghimpit, model pendidikan Sekolah Rakyat (SR) hadir sebagai oase bagi anak-anak dari keluarga miskin ekstrem.
Bukan sekadar tempat belajar formal, institusi ini menerapkan sistem berasrama (boarding) guna menciptakan ekosistem yang stabil, aman, dan terstruktur bagi pertumbuhan mental anak.
Kehadiran wali asuh di lingkungan asrama menjadi fondasi utama dalam menjembatani kebutuhan emosional siswa.
Para pendidik di sini mengemban peran ganda; selain mentransfer ilmu pengetahuan, mereka juga bertindak sebagai figur orang tua yang memberikan perhatian penuh selama 24 jam.
Transformasi Melalui Kedekatan Emosional
Salah satu kunci keberhasilan program ini terletak pada perubahan perilaku siswa yang signifikan.
Di lingkungan asrama SRMP 19 Kupang, pola asuh yang mengedepankan aspek humanis terbukti mampu memulihkan trauma atau rendah diri yang sering menyertai anak-anak dari latar belakang ekonomi rendah.
Miguel Antonio Gusmao, seorang wali asuh di SRMP 19 Kupang (Foto: Bakom RI)
Miguel Antonio Gusmao, seorang wali asuh di SRMP 19 Kupang, mengungkapkan bahwa konsistensi dalam pendampingan adalah instrumen utama dalam membentuk kembali karakter siswa.
Menurutnya, rasa aman yang tercipta di asrama membuat siswa lebih mudah beradaptasi dengan keteraturan.
"Kami mengedepankan pendekatan berbasis kasih sayang. Hal ini menjadi kunci utama dalam mengintervensi dan mengubah perilaku anak-anak ke arah yang lebih positif," ujar Miguel Antonio Gusmao dalam penjelasannya mengenai pola pengasuhan di sekolah tersebut yang di kutip laman resmi Badan Komunikasi Pemerintah RI selasa 20 Januari 2026.
Membangun Kepercayaan Diri
Kegiatan Belajar di SRMP 19 Kupang (Foto: Bakom RI)
Interaksi yang intensif antara siswa dan wali asuh menciptakan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan diri tanpa rasa takut.
Dampaknya, para siswa kini tampil lebih tenang dan memiliki kepercayaan diri yang meningkat saat berinteraksi dengan lingkungan sosial mereka.
Pendekatan intensif ini diharapkan dapat memutus rantai kemiskinan tidak hanya melalui jalur akademik, tetapi juga melalui penguatan mentalitas dan karakter yang tangguh.
Dengan lingkungan yang kondusif, Sekolah Rakyat berupaya memastikan bahwa keterbatasan ekonomi tidak menjadi penghalang bagi anak-anak untuk meraih masa depan yang lebih bermartabat.
Editor: Redaktur TVRINews

Miguel Antonio Gusmao, seorang wali asuh di SRMP 19 Kupang (Foto: Bakom RI)
Kegiatan Belajar di SRMP 19 Kupang (Foto: Bakom RI)