
Dok. Kemen PPPA
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Banten
Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan Muslimat Nahdlatul Ulama memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah dalam mendukung berbagai agenda pembangunan nasional.
Menurutnya, dengan kekuatan jaringan struktural dan kultural yang luas hingga tingkat desa dan kelurahan, Muslimat NU berpotensi menjadi motor penggerak dalam pemberdayaan perempuan serta upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan dan anak.
“Muslimat NU berkontribusi besar dalam membangun ketahanan keluarga, penguatan ekonomi perempuan melalui UMKM dan kewirausahaan berbasis keluarga, percepatan penurunan stunting, serta pencegahan perkawinan anak,” ujar Arifah dalam keterangan tertulis, Minggu, 26 April 2026.
Ia juga menekankan pentingnya adaptasi terhadap perkembangan zaman, termasuk peningkatan literasi digital, pemanfaatan data, serta penguatan kapasitas ekonomi perempuan dari tingkat akar rumput.
Lebih lanjut, Arifah menyampaikan bahwa perempuan merupakan aktor utama dalam pembangunan menuju Indonesia yang maju dan berkeadilan. Namun, berbagai tantangan masih perlu diatasi melalui kolaborasi lintas sektor.
Salah satu upaya yang terus didorong pemerintah adalah melalui Program Ruang Bersama Indonesia (RBI), yang menjadi wadah kolaborasi berbagai pemangku kepentingan untuk mendukung pencapaian indikator pembangunan perempuan dan perlindungan anak di tingkat desa dan kelurahan.
Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Dewan Pembina PP Muslimat NU, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan bahwa perempuan memiliki peran penting dalam mendorong kemajuan bangsa dan peradaban.
“Perempuan tidak hanya menjadi penerima manfaat pembangunan, tetapi juga harus menjadi penggerak utama perubahan melalui berbagai program pemberdayaan dan pelatihan,” ungkap Khofifah.
Sementara itu, Ketua PW Muslimat NU Provinsi Banten, Ratu Rachmatuzakiyah, menyampaikan bahwa pihaknya telah menjalankan berbagai program yang berdampak langsung bagi masyarakat.
Program tersebut antara lain layanan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Serang, upaya percepatan penurunan stunting, kunjungan ke UPTD perlindungan sosial, hingga penyaluran bantuan kebutuhan dasar bagi lansia.
Ratu berharap berbagai inisiatif tersebut dapat terus diperluas melalui kolaborasi lintas sektor, sehingga manfaatnya semakin dirasakan oleh masyarakat, khususnya perempuan, anak, dan kelompok rentan.
Editor: Redaktur TVRINews
