
Foto: dok. Kemenhut
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Kolaborasi lintas negara ini bertujuan menjadikan Manggala Agni sebagai center of excellence penanggulangan kebakaran hutan.
Pemerintah melalui Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) memperkuat kerja sama dengan Pemerintah Republik Korea dalam upaya pengendalian kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Kolaborasi ini ditandai dengan pembangunan Forest and Land Fire Management Center serta peletakan batu pertama (groundbreaking) Asrama Manggala Agni di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan.
Pembangunan asrama ini merupakan bagian dari implementasi kerja sama strategis yang mencakup empat pilar utama: pembangunan pusat komando dan pelatihan, peningkatan kapasitas personel Manggala Agni, penyediaan sarana prasarana pendukung, serta pengembangan sistem teknologi informasi untuk deteksi dini karhutla.
Direktur Pengendalian Kebakaran Hutan, Thomas Nifinluri, mengungkapkan bahwa penguatan fasilitas ini sangat krusial mengingat prediksi iklim tahun ini. Berdasarkan data BMKG dalam Climate Outlook 2026, fenomena El Niño diprediksi akan tiba lebih awal, yakni pada semester dua tahun 2026.
"Seiring meningkatnya suhu global, potensi karhutla diperkirakan akan semakin luas dan lebih sulit dikendalikan. Kondisi ini menuntut kesiapsiagaan serta penguatan strategi pengendalian yang lebih adaptif dan terpadu," ujar Thomas dalam pernyataan resminya, Jumat, 24 April 2026.
Menurut Thomas, upaya pengendalian karhutla tidak dapat dilakukan secara mandiri, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat dan berkelanjutan, baik di dalam negeri maupun antarnegara.
"Kolaborasi antarnegara penting untuk mendorong pertukaran pengetahuan dan pemanfaatan teknologi guna memperkuat kapasitas pengendalian karhutla secara efektif," ujarnya.
Ia menambahkan, dukungan dari Korea Forest Service diharapkan mampu menjadikan Manggala Agni sebagai center of excellence pengendalian kebakaran hutan di Indonesia.
“Pengembangan Forest and Land Fire Management Center diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi Indonesia, ASEAN, dan dunia internasional,” tambahnya.
*Dukungan Penuh Korea Selatan*
Konselor Kedutaan Besar Republik Korea, Ha Kyung Soo, menjelaskan pembangunan asrama tersebut menjadi bagian dari penguatan fasilitas pendukung untuk peningkatan kapasitas Manggala Agni.
Menurut Ha, fasilitas itu dibangun dalam kerangka kerja sama Korea–Indonesia melalui proyek Development of Forest and Land Fire Management System in South Sumatera.
“Fasilitas ini diharapkan dapat mendukung efektivitas pelatihan, koordinasi, dan operasional pengendalian kebakaran hutan dan lahan secara terpadu dan berkelanjutan,” ungkap Ha.
Acara groundbreaking ini dihadiri oleh jajaran Direktorat Pengendalian Kebakaran Hutan, Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera, Manggala Agni Daops XVII OKI, BPBD OKI, serta perwakilan dari Korea Indonesia Forest Center (KIFC).
*Menjadi Hub Pelatihan Internasional*
Meski pembangunannya terus berjalan, gedung Forest and Land Fire Management Center saat ini sudah mulai dioperasikan. Sejak 20 hingga 24 April 2026, pusat tersebut digunakan sebagai lokasi pelatihan internasional penanggulangan karhutla gambut.
Pelatihan yang diselenggarakan oleh Asian Forest Cooperation Organization (AFoCo) tersebut diikuti oleh peserta dari enam negara, yakni Brunei Darussalam, Malaysia, Kamboja, Timor Leste, Filipina, dan Indonesia.
Hal ini membuktikan peran strategis fasilitas di OKI tersebut dalam memperkuat ketahanan lingkungan di kawasan regional.
Editor: Redaktur TVRINews
