
Foto: Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Muhaimin (TVRINews/Nirmala Hanifah)
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Jatinangor
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pemberdayaan Masyarakat RI, Muhaimin Iskandar atau yang sering disapa Cak Imin buka suara terkait banyaknya kasus pencabulan di pondok pesantren. Dimana, ia menilai jika hal tersebut harus dibenahi.
“Harus kita benahi semua,” kata dia kepada awak media di Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Jatinangor pada Rabu, 25 Juni 2025
Kendati demikian, ia menegaskan jika kejadian tersebut hanya terjadi di beberapa pesantren.
“(Kejadian pencabulan) itu hanya segelintir pesantren dan saya bilang segelintir pesantren sesat yang harus ditindak,” pungkasnya
Sebelumnya, Ketua Umum DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Abdul Muhaimin Iskandar atau Cak Imin, pernah menegaskan pentingnya menjaga pesantren dari tiga dosa besar dunia pendidikan: perundungan (bullying), kekerasan seksual, dan intoleransi.
Menurut Cak Imin, ketiga masalah tersebut sangat merusak nilai-nilai dasar pendidikan, apalagi di lingkungan pesantren yang berbasis agama dan tradisi. Ia menilai, pesantren harus menjadi tempat yang aman, inklusif, dan penuh nilai-nilai kemanusiaan.
“Bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi adalah persoalan serius yang tidak boleh terjadi di lembaga pendidikan, terutama di pesantren,” kata Cak Imin.
Ia mencontohkan bahwa perundungan masih banyak ditemukan di lembaga-lembaga pendidikan, termasuk di pesantren, baik antar-sesama santri maupun antara guru dan murid.
Cak Imin juga menyoroti maraknya kasus kekerasan seksual di lembaga-lembaga pendidikan yang mengatasnamakan pesantren. Ia menyebut, banyak kasus terjadi di lembaga kecil berkedok yayasan sosial atau tempat pendidikan informal seperti rumah tahfidz.
“Pelaku seringkali adalah pengasuh lembaga itu sendiri, dengan berbagai alasan yang dibuat-buat, seperti menyembuhkan penyakit atau dalih transfer ilmu,” ungkapnya.
Dosa ketiga, lanjut Cak Imin, adalah intoleransi. Ia menegaskan pentingnya membangun budaya toleransi sejak dini di lingkungan pendidikan, terutama di pesantren.
Editor: Redaksi TVRINews
