
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, IKN
Suasana khidmat dan penuh haru menyelimuti Ibu Kota Nusantara (IKN) saat ribuan jemaah memadati Masjid Negara untuk melaksanakan Salat Idulfitri 1 Syawal 1447 Hijriah, Sabtu 21 Maret 2026. Momentum ini mencatatkan sejarah baru sebagai pelaksanaan Salat Id perdana yang diselenggarakan di jantung pusat pemerintahan baru Indonesia, yang dihadiri langsung oleh Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono.
Perayaan ini menjadi simbol kuat dalam memperkokoh keimanan, kebersamaan, serta mempererat silaturahmi masyarakat di tengah semangat pembangunan Nusantara. Salat Idulfitri yang dipenuhi ribuan jemaah tersebut dipimpin oleh Imam Ust. Dr. Ahmad Muzakir, dosen Universitas PTIQ Jakarta. Sementara itu, khutbah Idulfitri disampaikan oleh Ust. Prof. Dr. H. M. Abrar Duraesa, Dekan FUAD UIN Sultan Aji Muhammad Idris (UINSI) Samarinda.

Dalam khutbahnya, Abrar Duraesa menegaskan bahwa Idulfitri merupakan momentum kemenangan umat Islam setelah menjalani ibadah di bulan Ramadan. Ia menekankan bahwa kemenangan tersebut bukanlah kemenangan atas orang lain, melainkan kemenangan atas diri sendiri.
"Kita merayakan kemenangan, bukan kemenangan atas orang lain, tetapi kemenangan atas diri sendiri. Secara batiniah dan dalam semangat Indonesia, pembangunan Ibu Kota Nusantara juga bertujuan untuk mewujudkan pemerataan keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia," ujar Abrar di hadapan para jemaah.

Ia juga mengingatkan pentingnya rasa syukur karena masih diberikan kesempatan untuk merayakan Idulfitri tahun ini. Dalam tausiyahnya, Abrar mengajak jemaah untuk terus meningkatkan kualitas keimanan serta berharap agar umat Islam dapat kembali dipertemukan dengan bulan Ramadan di tahun yang akan datang.
Selama bulan Ramadan, Masjid Negara IKN telah menyelenggarakan berbagai kegiatan keagamaan, mulai dari salat berjamaah lima waktu, salat tarawih, safari Ramadan, hingga puncaknya pelaksanaan Salat Idulfitri berjamaah untuk pertama kalinya ini.
Deputi Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat Otorita IKN, Alimuddin, turut mengajak seluruh jemaah menjadikan momentum Idulfitri sebagai kesempatan memperbaiki hubungan dengan Sang Pencipta serta mempererat hubungan antar sesama manusia.

"Harapan kita tentunya, setelah salat Idulfitri ini, marilah kita bersama memperbaiki hubungan kita dengan Allah SWT dan juga hubungan kita dengan sesama manusia," kata Alimuddin.
Pelaksanaan Salat Idulfitri perdana di Masjid Negara IKN ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan pembangunan kehidupan sosial dan spiritual di Ibu Kota Nusantara. Hal ini sekaligus memperkuat semangat kebersamaan dalam mewujudkan Nusantara sebagai kota yang inklusif, harmonis, dan berlandaskan nilai-nilai kebajikan bagi seluruh rakyat.
Editor: Redaksi TVRINews
