
Penulis: Christhoper Natanael Raja
TVRINews, Aceh
Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) kembali menerjunkan praja Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) untuk mempercepat pemulihan pascabencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh.
Mereka tergabung dalam gelombang ketiga penugasan yang terdiri dari 731 praja pratama atau tingkat satu dan 37 Aparatur Sipil Negara (ASN) Kemendagri.
Menteri Dalam Negeri (Mendagri) sekaligus Ketua Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Sumatra Tito Karnavian memimpin langsung apel pembukaan Gelombang III Satuan Tugas IPDN Pemulihan Pascabencana Aceh Tamiang.
Apel berlangsung di Halaman Istana Benua Raja, Kabupaten Aceh Tamiang, Aceh, Sabtu, 4 April 2026.
Dalam keterangannya, Mendagri menjelaskan pada penugasan gelombang pertama, fokus utama adalah pembersihan kawasan perkantoran. Sementara pada gelombang kedua, cakupan diperluas hingga ke lingkungan masyarakat.
Adapun gelombang ketiga difokuskan pada penanganan lokasi yang masih terdampak berat, terutama akibat endapan lumpur, termasuk pembersihan di permukiman warga dan lingkungan Istana Benua Raja yang merupakan situs bersejarah.
“Target utamanya tadi menyelesaikan persoalan di titik yang masih terkena lumpur, ada yang sudah mengeras,” kata Tito dalam keterangan tertulis yang diterima oleh tvrinews.com, Sabtu, 4 April 2026.
Menurut Tito, Aceh Tamiang menjadi salah satu daerah dengan dampak bencana cukup berat, khususnya akibat banjir yang menyisakan lumpur hingga beberapa meter. Karena itu, diperlukan penanganan yang serius dan berkelanjutan.
Ia menambahkan pelaksanaan tugas gelombang ketiga ini direncanakan berlangsung selama satu bulan dengan target sejumlah dusun terdampak.
“Kalau bisa lebih cepat, mereka akan digeser ke tempat lain yang juga memerlukan bantuan,” ucap Tito.
Tito juga berpesan kepada para praja agar mencontoh keberhasilan dua gelombang sebelumnya dengan bekerja keras, tulus, serta menjaga kesehatan dan disiplin selama bertugas.
“Jaga kesehatan masing-masing, dan jangan sampai membuat pelanggaran,” tutur Tito.
Untuk mendukung kegiatan di lapangan, Kemendagri telah menyiapkan berbagai peralatan, mulai dari alat manual seperti cangkul dan sekop hingga alat berat dan dump truk.
Editor: Redaktur TVRINews
