
Dok. Instagram Kemenhut RI
Penulis: Rifiana Seldha
TVRINews, Jakarta
Kementerian Kehutanan RI melaporkan perkembangan penanganan bencana hidrometeorologi di Aceh Utara dan Sumatera Utara yang telah memasuki hari ke-44 sejak 2 Desember 2025. Salah satu capaian utama adalah terbangunnya 18 unit hunian sementara (huntara) melalui pemanfaatan kayu hanyutan hasil bencana.
Kepala Balai Besar Taman Nasional Gunung Leuser (BBTNGL), Subhan, menyampaikan bahwa dari total huntara yang dibangun, sebagian masih dalam tahap pengerjaan, sementara sisanya sudah ditempati warga.
“Hingga saat ini sudah 18 unit huntara yang dibangun, 15 unit diantaranya sedang berproses, sedangkan 3 unit lainnya sudah dihuni oleh warga Desa Gedumbak,” terang Subhan dalam laporannya dikutip dari laman resmi Kemenhut RI pada Rabu, 14 Januari 2026.
Untuk mendukung percepatan pembangunan huntara, 72 personel Kemenhut dikerahkan di Kecamatan Langkahan, Aceh Utara, dengan dukungan 40 unit alat berat. Fokus kegiatan meliputi pembersihan fasilitas umum, pemilahan kayu sisa banjir, serta pengukuran kayu untuk bahan bangunan.
Berdasarkan hasil pengukuran Tim BPHL bersama Dinas LHK Aceh hingga 13 Januari 2026, tercatat 1.173 batang kayu dengan volume mencapai 2.112,11 meter kubik telah diinventarisasi untuk pemanfaatan.
Selain pembangunan huntara, tim Kemenhut juga melakukan aksi bersih di sejumlah fasilitas umum. Sebanyak 40 personel membersihkan Masjid Tuha Buket Linteung di Desa Buket Linteung hingga kembali siap digunakan untuk ibadah.
Kegiatan serupa dilakukan oleh Tim Manggala Agni dan BPKH Wilayah I Medan yang membersihkan rumah warga, fasilitas umum Yayasan Qurratil Aiyum, serta akses jalan dusun di Desa Kesehatan, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang. Sementara itu, Tim Gakkum masih melakukan penjagaan terhadap tumpukan kayu hasil pengumpulan dari Pesantren Darul Mukhlisin.
Kini, warga bersama pemerintah desa mulai menata kembali tempat tinggal sementara dari material yang tersedia. Kemenhut berharap langkah kecil ini bisa membantu proses pemulihan berjalan lebih tenang dan bertahap.
Editor: Redaksi TVRINews
