
Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) menemukan dua korban jatuhnya pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, Kabupaten Pangkep, Sulawesi Selatan.
Kepala Basarnas Mohammad Syafi'i mengatakan hingga saat ini operasi pencarian belum menemukan korban dalam kondisi hidup. Dua korban yang telah ditemukan tersebut masih dalam proses evakuasi karena terkendala medan yang sulit serta kondisi cuaca di lokasi kejadian.
"Dua korban yang sudah ditemukan sekarang dalam proses evakuasi memang karena kondisi medan dan juga cuaca," kata Moh Syafi'i saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, 20 Januari 2026.
Syafi’i menegaskan, hingga saat ini belum ada korban selamat yang ditemukan. Meski demikian, Basarnas tetap membuka harapan dan terus melanjutkan upaya pencarian secara maksimal.
"Kita masih tetap mengharapkan ada mukjizat, ada korban yang bisa kita selamatkan dalam kondisi hidup," ucapnya.
"Karena pernah itu kejadian ada pesawat crash kemudian kondisinya sama terburai pesawatnya. Tapi ternyata ada penumpang yang terlempar kemudian mati suri beberapa hari temukan dalam kondisi hidup," lanjutnya.
Syafi'i menegaskan, Basarnas akan terus mengerahkan upaya pencarian korban sekaligus mengumpulkan puing-puing pesawat sebagai bagian dari proses investigasi.
"Jadi kita akan berupaya untuk melaksanakan pencarian korban. Sambil kita mengumpulkan puing-puing untuk nanti diserahkan kepada KNKT," tuturnya.
Sebagai informasi, jumlah orang di dalam pesawat (Persons on Board/POB) tercatat sebanyak 10 orang, yang terdiri atas tujuh awak pesawat dan tiga penumpang, dengan rincian awak pesawat yakni Capt. Andy Dahananto, SIC/FO M. Farhan Gunawan, FOO Hariadi, EOB Restu Adi P, EOB Dwi Murdiono, FA Florencia Lolita, dan FA Esther Aprilita S.
Editor: Redaktur TVRINews
