
dok. Kemendikdasmen
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) untuk memperkuat integrasi dan pemutakhiran data pendidikan nasional.
Penandatanganan berlangsung di kantor Kemendikdasmen, Jakarta, Kamis, 26 Februari 2026.
Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu'ti menegaskan bahwa data yang akurat menjadi fondasi utama dalam merumuskan kebijakan pendidikan yang tepat sasaran.
“Kami berkomitmen untuk bekerja sama secara lebih intensif dalam memperbarui data pendidikan. Ini bagian dari upaya melakukan semacam sensus pendidikan berkala agar kebijakan benar-benar berbasis data akurat,” ujar Mu’ti dalam keterangan tertulis, Jumat, 27 Februari 2026.
Selama ini, Kemendikdasmen melalui Pusat Data dan Teknologi Informasi (Pusdatin) mengelola Data Pokok Pendidikan (Dapodik) sebagai basis data satuan pendidikan di seluruh Indonesia. Namun, dinamika di lapangan seperti pensiun dan mutasi guru maupun perubahan kondisi sekolah menuntut pembaruan data yang lebih cepat dan sistematis.
Mu’ti menjelaskan, integrasi dan sinkronisasi dengan BPS diharapkan mampu meminimalkan ketidaksesuaian data sehingga perencanaan kebutuhan guru, penganggaran, hingga program intervensi pendidikan dapat disusun berdasarkan data yang valid dan mutakhir.
Sementara itu, Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menyampaikan apresiasi atas kerja sama tersebut. Ia menilai MoU ini menjadi landasan formal untuk memperkuat sinergi kedua lembaga dalam meningkatkan kualitas data pendidikan.
“Nota kesepahaman ini akan menjadi pengikat untuk memperkuat kerja sama ke depan, khususnya dalam memastikan data pendidikan semakin akurat dan berkualitas,”ucapnya.
Sebagai tindak lanjut, BPS bersama Kemendikdasmen akan melakukan evaluasi Dapodik melalui pendataan lengkap terhadap sekitar 457.000 satuan pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA/sederajat di seluruh Indonesia.
Pendataan akan dilakukan melalui observasi dan wawancara menggunakan metode Computer Assisted Personal Interviewing (CAPI) berbasis gawai, sehingga data dapat terkirim secara langsung dan meminimalkan kesalahan manual. BPS juga memastikan proses berjalan sesuai standar metodologi statistik, termasuk pengendalian mutu dan verifikasi data.
Dengan dukungan jaringan BPS di seluruh Indonesia, pendataan diharapkan menjangkau seluruh satuan pendidikan secara komprehensif. Kemendikdasmen optimistis, kolaborasi ini akan memperkuat tata kelola satu data pendidikan nasional sekaligus mendukung terwujudnya layanan pendidikan yang berkualitas dan berkeadilan bagi seluruh peserta didik.
Editor: Redaktur TVRINews
