
Menteri Transmigrasi M. Iftitah Sulaiman (TVRINews/HO-Kementerian Transmigrasi)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Menteri Transmigrasi, M. Iftitah Sulaiman Suryanagara menegaskan program Beasiswa Patriot disiapkan sebagai strategi pemerintah dalam membangun pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru di kawasan transmigrasi.
Program ini diarahkan untuk menyiapkan sumber daya manusia unggul yang tidak hanya kuat secara akademik, tetapi juga siap mengabdi langsung di lapangan.
Menurut Iftitah, pembangunan kawasan transmigrasi membutuhkan peran generasi muda yang memiliki karakter kepemimpinan, ketangguhan mental, serta kepekaan sosial. Karena itu, Beasiswa Patriot dirancang sebagai program pendidikan yang terintegrasi dengan pengabdian.
"Peserta Beasiswa Patriot harus memiliki minat dan komitmen untuk berkontribusi dalam penciptaan pertumbuhan ekonomi baru di kawasan ekonomi transmigrasi terintegrasi," ujar Iftitah dalam keterangan tertulis, dikutip dari siaran pers yang diterima tvrinews.com, Jumat, 9 Januari 2026.
Kemudian ia menekankan, pendekatan pembangunan transmigrasi saat ini tidak bisa lagi mengandalkan infrastruktur semata. Keberhasilan kawasan transmigrasi sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mampu mengelola potensi wilayah secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Iftitah menjelaskan bahwa penerima Beasiswa Patriot akan menjalani masa pendidikan sekaligus pengabdian langsung di wilayah transmigrasi.
Pada tahap awal, penugasan difokuskan di sejumlah kawasan prioritas, yakni Barelang di Kepulauan Riau, Kalukku di Sulawesi Barat, dan Salor di Papua Selatan.
Adapun target awal pelepasan peserta Beasiswa Patriot direncanakan pada pertengahan 2026.
Iftitah menegaskan, program ini akan disiapkan secara matang, terukur, dan akuntabel agar mampu menjadi motor penggerak pembangunan ekonomi baru di kawasan transmigrasi.
"Beasiswa Patriot diharapkan melahirkan agen-agen pembangunan yang mampu mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkeadilan dan berkelanjutan di kawasan transmigrasi," ucapnya.
Editor: Redaktur TVRINews
