
dok. Kementrans
Penulis: Lidya Thalia.S
TVRINews, Jakarta
Menteri Transmigrasi Iftitah Sulaiman Suryanagara memperkenalkan konsep Transmigrasi 5.0sebagai arah baru pembangunan kawasan transmigrasi Indonesia dengan pendekatan berbasis ekosistem. Konsep ini menekankan integrasi antara sektor industri, pendidikan, dan kesehatan untuk membentuk komunitas yang produktif dan mandiri.
“Transmigrasi 5.0 adalah titik temu antara industri dan kemanusiaan. Kini kami menyebutnya Transmigrasi Baru sebuah sistem yang membangun pusat-pusat ekonomi di wilayah perbatasan, lengkap dengan perumahan, industri, sekolah, dan klinik,”kata Menteri Iftitah dalam keterangan tertulis, Rabu, 15 Oktober 2025.
Iftitah menegaskan bahwa kolaborasi antara Indonesia dan Tiongkok tidak hanya berorientasi pada investasi, melainkan juga pada pembangunan peradaban bersama.
Dalam forum tersebut, ia menawarkan lima keunggulan strategis Indonesia bagi investor Tiongkok, yakni:
1. Lahan siap dan bersih seluas lebih dari 500.000 hektare di zona ekonomi transmigrasi,
2. Tenaga kerja muda dan terampil,
3. Sumber daya alam melimpah,
4. Stabilitas politik di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto, serta
5. Konektivitas infrastruktur pelabuhan, bandara, dan koridor digital menuju wilayah perbatasan.
“Transmigrasi bukan lagi tentang memindahkan orang, melainkan memindahkan potensi. Ini adalah tentang mendorong ekonomi maju,” tegasnya.
Sebagai tindak lanjut, Kementerian Transmigrasi akan membentuk Project Facilitation Office (PFO) sebagai sistem satu pintu untuk mempercepat proses perizinan dan memastikan kepastian investasi.
“Kami menjamin kecepatan, integritas, dan kepastian. Tidak ada pita merah hanya karpet merah bagi mitra yang serius,”ungkapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Kementerian Transmigrasi juga mengajak Gezhouba Group dan para pelaku industri Tiongkok untuk memperkuat kerja sama dalam pembangunan Ekosistem Industri Transmigrasi. Kolaborasi ini diharapkan dapat mendorong investasi di sektor energi terbarukan, manufaktur hijau, dan permukiman cerdas, sekaligus membuka lapangan kerja baru bagi masyarakat transmigran.
Editor: Redaksi TVRINews
