
Foto: Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait (TVRINews/Krisafika Taraisya)
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Penyaluran Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) mengalami lonjakan luar biasa dalam tiga bulan pertama tahun 2024. Data terbaru menunjukkan penyaluran FLPP mencapai 58 ribu unit rumah, meningkat drastis hingga 1.173 persen dibanding periode yang sama tahun sebelumnya yang hanya sekitar 4.200 unit.
Lonjakan signifikan ini merupakan hasil dorongan kuat dari pemerintah melalui Inisiatif Tiga Juta Rumah, yang menjadi program prioritas di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP), Maruarar Sirait.
“Kenaikan ini tidak lepas dari kerja keras dan inovasi yang kami lakukan secara extraordinary. Tahun ini, penyaluran FLPP sudah bisa dilakukan sejak Januari, berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang biasanya baru dimulai pada April,” kata Ara panggilan akrab Maruarar, dalam keterangannya di Plaza Semanggi, Jakarta, Kamis 12 Juni 2025.
Peningkatan penyaluran FLPP ini membawa dampak positif yang besar bagi perekonomian nasional. Setiap rumah yang dibangun menciptakan peluang kerja bagi lima orang.
Dengan target pembangunan 350 ribu unit rumah subsidi sepanjang tahun ini, potensi penciptaan lapangan kerja diperkirakan mencapai lebih dari 1,6 juta orang, belum termasuk efek berganda di sektor industri bahan bangunan dan jasa pendukung lainnya.
Selain itu, berbagai insentif dari pemerintah, seperti pengurangan PPN dan BPHTB menjadi nol persen untuk masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), turut mendukung percepatan pembangunan rumah subsidi.
Kemudian, Menteri Ara juga menegaskan keterbukaan pemerintah dalam merumuskan kebijakan rumah subsidi dengan melibatkan publik dan pengembang dalam proses pengambilan keputusan. Draft kebijakan pun sudah dibuka untuk masukan dari masyarakat luas guna memastikan program ini tepat sasaran dan berjalan efektif.
“Ini adalah kabar baik bagi ekonomi Indonesia dan lapangan kerja. Pemerintah serius menjadikan perumahan rakyat sebagai salah satu motor penggerak pembangunan nasional,” ucapnya.
Para pengembang pun didorong untuk berpartisipasi aktif, termasuk pengembang milenial yang diharapkan dapat berkontribusi dan belajar langsung dari pengembang senior agar dapat meneruskan estafet pembangunan perumahan.
Baca Juga: Dorong Rumah Subsidi Minimalis, Menteri Maruarar Janji Beli 10 Unit untuk Milenial
Editor: Redaktur TVRINews
