
Foto: dok. Pemprov Banten
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Melalui program sekolah gratis dan optimalisasi PKBM, Pemprov Banten sasar pemerataan pendidikan bagi semua anak.
Gubernur Banten, Andra Soni, menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten berkomitmen penuh untuk membuka akses pendidikan seluas-luasnya bagi seluruh anak usia sekolah, termasuk mereka yang memiliki kebutuhan khusus.
Hal ini disampaikan Andra saat menghadiri Pagelaran Wayang siswa SMA Jaya Plus Montessori dan PKBM Malachi 456 di Serpong Utara, Tangerang Selatan.
Dalam kesempatan tersebut, Andra Soni menekankan bahwa setiap anak memiliki keistimewaan dan potensi yang berbeda-beda. Ia mengapresiasi semangat para siswa yang tetap kreatif meski menjalankan aktivitas belajar mengajar di lingkungan yang terbatas.
“Saya lihat usaha dan semangat anak-anak di sini kuat, meski sekolah masih di ruko. Setiap anak adalah istimewa. Saya lihat tadi ada penampilan wayang Timun Mas, Joko Kendil, hingga Malin Kundang,” ujar Andra Soni, dikutip Sabtu, 18 April 2026.
Dorong Sosialisasi Sekolah Inklusi
Andra menyoroti pentingnya penyebaran informasi mengenai sekolah inklusi kepada masyarakat luas. Menurutnya, masih banyak orang tua di Banten yang merasa kesulitan mencari sekolah yang tepat dan sesuai dengan kebutuhan khusus buah hati mereka.
“Pemprov Banten punya komitmen kuat untuk berkoordinasi dan berkolaborasi memberikan akses kepada seluruh anak-anak kita untuk bisa sekolah,” tegasnya.
Sebagai langkah konkret, Pemprov Banten terus mengoptimalkan peran Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk memaksimalkan angka lama sekolah. Selain itu, Andra memaparkan keberhasilan program Sekolah Gratis yang menyasar SMA, SMK, dan SKh (Sekolah Khusus) swasta.
Hingga saat ini, program tersebut telah bekerja sama dengan 801 sekolah swasta dan menjangkau 60.705 siswa. Dari jumlah tersebut, lebih dari seribu di antaranya merupakan siswa berkebutuhan khusus.
Inovasi Pendidikan di Tengah Keterbatasan
Kepala Sekolah SMA Jaya Plus Montessori, Anastasia Maria, mengungkapkan bahwa sekolahnya tetap berkomitmen mengikuti program Sekolah Gratis Pemprov Banten meskipun menyandang akreditasi A.
Ia memastikan kepesertaan dalam program pemerintah tersebut tidak mengurangi kualitas pendidikan yang diberikan.
Anastasia menjelaskan bahwa sekolahnya terus berinovasi, salah satunya melalui metode pengajaran bahasa Inggris menggunakan media wayang yang dirancang sepenuhnya oleh siswa.
Selain itu, terdapat program magang di kampus selama dua pekan untuk mempersiapkan mental siswa menuju perguruan tinggi.
“Meski sekolah kami di ruko, aktivitas kegiatan belajar mengajar selalu ramai oleh kreativitas,” ungkap Anastasia.
Melalui sinergi antara kebijakan pemerintah dan inovasi sekolah, Pemprov Banten berharap kualitas pendidikan di wilayah tersebut terus meningkat dan mampu merangkul seluruh lapisan masyarakat tanpa terkecuali.
Editor: Redaksi TVRINews
