
Tangkapan layar akun Instagram @ilhamapriyanto
Penulis: Krisafika Taraisya Subagio
TVRINews, Jakarta
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno mengungkapkan bahwa lebih dari 500 kepala keluarga (KK) menjadi korban kebakaran hebat yang terjadi di Kapuk Muara, Penjaringan, Jakarta Utara. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus berupaya maksimal untuk membantu warga yang terdampak dan memulihkan kondisi di lokasi.
"Kita sudah bergerak sejak hari pertama. Semua wali kota dan jajaran terkait sudah turun ke lapangan," ujarnya kepada wartawan.
Menurut Rano, ia telah berkoordinasi langsung dengan Wali Kota Jakarta Utara, Hendra Hidayat, untuk memastikan bantuan logistik, tenda darurat, hingga toilet portabel tersedia di lokasi pengungsian.
"Saya sudah berbicara dengan Pak Wali. Beliau minta agar masyarakat diberikan waktu terlebih dahulu untuk menata situasi sebelum saya datang ke lokasi. Tapi kebutuhan mendesak seperti toilet mobile sudah dikirim. Semalam delapan unit tambahan sudah sampai," jelasnya.
Lebih lanjut, Rano juga menegaskan bahwa dapur umum dan pasokan makanan telah ditambah untuk memenuhi kebutuhan para pengungsi. Ia memperkirakan lebih dari 2.000 jiwa terdampak dari kebakaran yang melanda kawasan padat tersebut.
"Kalau satu KK ada empat orang, berarti bisa lebih dari 2.000 warga terdampak. Pemerintah sudah hadir, tapi untuk membangun kembali tentu membutuhkan waktu," ungkapnya.
Sebagai langkah pencegahan ke depan, Rano menyebut Pemprov DKI tengah mendorong program penyediaan alat pemadam api ringan (APAR) di tiap RT.
"Program APAR ini penting. Setiap RT akan dibekali satu unit agar bisa merespons cepat jika terjadi kebakaran. Tapi memang tantangannya besar karena wilayah kita sangat padat dan aksesnya sempit," ucapnya.
Diketahui, Kebakaran besar terjadi pada Jumat 6 Juni 2025, tepat saat perayaan Idul Adha, di permukiman padat Kampung Rawa Indah, Kapuk Muara. Peristiwa tersebut meludeskan sekitar 500 rumah semipermanen dan memaksa 3.200 warga mengungsi. Proses pemadaman sendiri berlangsung hampir 12 jam dengan melibatkan 30 unit mobil pemadam dan sekitar 150 personel.
Baca Juga: Ketika Polisi Jadi Koki: Cerita Dapur Kemanusiaan di Kapuk Muara.Dari Tongseng Sampai Kentang Goreng
Editor: Redaktur TVRINews
