
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon (kanan) bersama Perwakilan Diplomatik Kedubes Jepang di Indonesia, Chargé d’Affaires ad interim Mitsuru Myochin (kiri). Foto: TVRINews/HO-Kemenbud
Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon menerima kunjungan kehormatan perwakilan diplomatik Kedutaan Besar Jepang di Indonesia di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas penguatan kerja sama kebudayaan sebagai investasi jangka panjang bagi kedua negara.
Dalam pertemuan itu, Fadli Zon memetakan empat isu utama kerja sama kebudayaan Indonesia–Jepang, yakni kolaborasi antarmuseum, revitalisasi situs bersejarah, repatriasi, serta pengajuan Nota Kesepahaman (MoU) baru di bidang kebudayaan yang lebih komprehensif.
“Kerja sama kebudayaan antara Indonesia dan Jepang tidak hanya mempererat hubungan antarnegara, tetapi juga membangun saling pengertian dan persahabatan yang semakin kokoh di antara masyarakat kedua bangsa,” ujar Fadli dalam keterangan tertulis, Rabu, 28 Januari 2026.
Revitalisasi Situs Sejarah Jepang di Indonesia
Dalam kesempatan tersebut, Fadli Zon juga membahas potensi kerja sama pelestarian situs sejarah peninggalan Jepang di Indonesia, termasuk Gua Jepang yang tersebar di sejumlah daerah.
“Kami melihat peluang kerja sama rehabilitasi situs-situs ini, termasuk pengembangan museum atau museum terbuka,” kata Fadli.
Menurutnya, revitalisasi dengan dukungan Jepang akan memperkuat pelestarian sejarah sekaligus meningkatkan nilai edukasi dan pariwisata budaya.
Kolaborasi Museum dan Repatriasi
Kerja sama kebudayaan Indonesia–Jepang juga diarahkan pada penguatan kolaborasi antarmuseum, pertukaran tenaga profesional, serta peluang digitalisasi koleksi. Pemerintah Indonesia turut mendorong penjajakan joint nomination Warisan Budaya Takbenda UNESCO bersama Jepang.
Selain itu, isu repatriasi manuskrip turut menjadi perhatian. Upaya repatriasi dilakukan baik secara fisik maupun digital, sejalan dengan komitmen Indonesia dalam pemulangan koleksi bersejarah dari berbagai negara, termasuk Belanda yang baru-baru ini memulangkan 28.000 fosil koleksi Dubois.
Jepang Sambut Baik Penguatan Kerja Sama
Perwakilan diplomatik Kedutaan Besar Jepang di Indonesia, Chargé d’Affaires ad interim Mitsuru Myochin, menyambut positif peluang penguatan kerja sama kebudayaan tersebut. Ia didampingi Director of Information and Cultural Section Hoshino Daisuke serta Cultural Attaché Kano Tatsuya.
Mitsuru Myochin menegaskan Jepang, termasuk melalui Japan Foundation, terbuka dan antusias dalam mendorong pertukaran budaya berkelanjutan.
“Japan Foundation sangat senang dapat bekerja sama dalam mendorong pertukaran budaya yang memperkuat saling pengertian,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan rencana Jepang untuk melakukan riset lanjutan di Papua pada Februari mendatang terkait repatriasi, seraya menekankan pentingnya dukungan berbagai pihak untuk keberhasilan program tersebut.
Editor: Redaktur TVRINews
