
Mendag Muhammad Lutfi
Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi mengatakan bahwa pemerintah tengah mengusahakan agar harga minyak goreng turun dan dapat dijangkau oleh masyarakat. Adapun target pemerintah, harga minyak goreng curah bisa sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) yang ditetapkan pemerintah.
"Program Ini menyediakan minyak goreng untuk masyarakat sesuai HET Rp 14.000. Program ini melibatkan produsen CPO sebagai pemasok bahan baku minyak goreng, produsen minyak goreng sebagai pemasok minyak goreng curah, pelaku usaha jasa logistik eceran dan distributor dalam SIMIRAH dan pengecer serta eksportir," kata Lutfi dalam paparannya kepada media secara virtual, Minggu (5/6/2022).
Ia juga memaparkan proses tata kelola distribusi program minyak goreng curah untuk rakyat seperti yang diatur dalam Permendag Nomor 33 Tahun 2022.
"Kemudian dari sistem produksi dikontrol SIMIRAH dan berbicara langsung ke Indonesia National Single Window (INSW), kemudian INSW secara otomatis setelah distribusi akan bicara dengan inatrade di Kemendag untuk mendapatkan pengeluaran persetujuan ekspornya. kemudian akan kembali ke INSW," ucap Lutfi.
Setelahnya, ia melanjutkan distributor akan mengirimkan barang ke pengecer dan memastikan harga Rp14 ribu di titik yang ditentukan akan dilaporkan pengecer ke distributor SIMIRAH untuk melihat sistem pembelian dengan NIK.
Lutfi pun menjabarkan alur distribusi minyak sawit mentah dari produsen sawit ke pabrik minyak goreng, lalu ke distributor hingga ke pedagang.
"Secara gambaran sistemnya begini: Produsen CPO akan kirim barang ke produsen minyak goreng. Kemudian produsen minyak goreng akan kirimkan barang ke distributor, dan ini semua termasuk program SIMIRAH Kemenperin sejak Maret lalu," jelasnya.
Dengan cara ini, diharapkan tidak ada penyelewengan pasokan minyak goreng di masing-masing rantai distribusi. Pasokan mapun harga bisa dijaga.
"Tujuan program ini adalah aktualisasi distribusi minyak goreng curah dengan harga sesuai HET dan bisa diakses oleh masyarakat di seluruh Indonesia," tandasnya.
Editor: Redaktur TVRINews
