
Foto: BPMI Setpres/Muchlis Jr
Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews- Jakarta
Di tengah eskalasi konflik global, Presiden optimistis swasembada pangan dan energi nasional segera tercapai.
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat kedaulatan energi nasional guna menghadapi ketidakpastian geopolitik global.
Di tengah meningkatnya tensi militer di Timur Tengah, Indonesia memproyeksikan kemandirian bahan bakar melalui optimalisasi sumber daya alam domestik.
Dalam keterangannya pada Senin 0 Maret 2026, Presiden menyoroti potensi besar sektor agrikultur seperti kelapa sawit, singkong, tebu, dan jagung sebagai fondasi utama transisi energi dari ketergantungan impor menuju produksi mandiri.
"Kebutuhan BBM kita bukan dari impor luar negeri, bahkan dari tanaman-tanaman kita. Dari kelapa sawit, singkong, jagung, dan tebu," ujar Presiden Prabowo saat meresmikan proyek infrastruktur jembatan secara virtual.
Strategi Mitigasi Krisis Global
Presiden menjelaskan bahwa kekayaan hayati Indonesia berperan sebagai bantalan ekonomi yang krusial. Keberhasilan swasembada pangan, khususnya pada sektor beras, disebut menjadi faktor kunci yang memungkinkan pemerintah menjaga stabilitas harga energi domestik, meskipun harga minyak mentah dunia melampaui angka US$100 per barel.
Meski mengakui adanya tantangan ekonomi akibat gejolak dunia, Kepala Negara meyakini bahwa Indonesia memiliki ketahanan yang lebih baik dibandingkan banyak negara lain.
Hal ini didasarkan pada temuan potensi sumber daya baru yang terus dipantau oleh pemerintah setiap harinya.
"Kita akan mengalami kesulitan, saya tidak akan menutupi itu. Tapi perkiraan saya, kita akan keluar dari krisis ini dengan lebih kuat, makmur, dan lebih mampu berdikari," lanjutnya sebagaimana dikutip dari rilis resmi Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom) RI.
Kolaborasi Pusat dan Daerah
Menutup pernyataannya, Presiden memberikan apresiasi terhadap sinergi para kepala daerah dalam mendukung program strategis nasional.
Koordinasi yang solid antara pusat dan daerah dianggap sebagai prasyarat mutlak untuk mencapai swasembada pangan dan energi di tengah kondisi global yang kian tidak menentu.
"Bersatu kita kuat, bersatu kita akan keluar dalam keadaan yang lebih baik," pungkas Presiden, menekankan pentingnya persatuan nasional sebagai kekuatan utama dalam menghadapi dinamika global
Editor: Redaktur TVRINews
