Penulis: Hari Sukemi
TVRINews, Jombang
Memasuki Tahun Ajaran Baru 2023 - 2024 di Kabupaten Jombang, di salah satu Sekolah SMP Negeri justru terdapat pemandangan yang berbeda dibandingkan sekolah lainnya. Sekolah tersebut memperkenalkan siswanya saat masa orientasi atau masa pengenalan lingkungan sekolah / dengan pelatihan batik ecoprint. Seluruh siswa baru wajib memakai seragam batik dari karyanya sendiri.
Berbeda dengan sekolah lain yang dalam Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) mengenalkan lingkungan sekolahnya, para guru SMPN Jombang justru melakukan hal yang berbeda. Sekolah yang berlokasi di Desa Banjardowo, Kecamatan Jombang Kota ini menggelar pelatihan batik ecoprint untuk seluruh siswa baru.
Para siswa baru wajib mengikuti latihan membatik ecoprint dan dibagi dalam beberapa kelompok. Setiap kelompok mendapat peralatan ecoprint seperti kain, kayu, dan tali.
“Siswa kelas 7 yang baru masuk pertama kali kita kenalkan dan sosialisasikan dan mulai minggu depan mereka akan praktek satu persatu dan hasilkan akan menjadi seragam anak-anak itu sendiri.”, ungkap salah seorang guru sekolah.
Sebelum dimulai, kegiatan setiap kain yang akan dibatik ecoprint dicuci dengan air bersih dan diperas. Setelah itu kain dicuci dan ditambah dengan zat pengubah warna.
Uniknya, saat membatik ecoprint para siswa melakukan dengan dengan meletakkan aneka bunga dan dedaunan atau biasa disebut batik ecoprint yang ramah lingkungan.
Setelah bunga atau daun diletakkan secara merata lalu ditutup dengan kain dan plastik dan selanjutnya kain diinjak-injak. Selanjutnya, setelah daun dan bunga dirasa melekat pada kain kemudian kain digulung serapat mungkin.
Langkah terakhir, gulungan ini dikukus selama dua jam dan kemudian dijemur dan kain ecoprint siap digunakan.
“Kita membuat batik godong, ada beberapa kendala waktu menata godognya belum rapih tapi pas waktu jadi bagus. Rencana ini mau dibuat seragam”, ujar salah seorang siswa yang berpartisipasi.
Rencananya pekan kedua masuk sekolah, para siswa baru diwajibkan menggunakan kain seragam baru dari hasil karyanya masing-masing untuk digunakan pada setiap hari Rabu dan Kamis.
Editor: Redaktur TVRINews
