
Penulis: Margolaras
TVRINews, Yogyakarta
Menteri Kementerian Kelautan dan Perikanan, Sakti Wahyu Trenggono, bersama Ketua Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, Siti Hediati Soeharto, meninjau progres pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) di kawasan Pantai Baru, Poncosari, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan kampung nelayan tersebut berjalan sesuai rencana. KNMP Poncosari merupakan bagian dari program pembangunan 100 Kampung Nelayan Merah Putih yang dilaksanakan pemerintah guna memperkuat perekonomian masyarakat pesisir.
Dalam kunjungannya, Menteri Sakti Wahyu Trenggono meninjau sejumlah fasilitas yang telah dibangun, seperti pabrik es, gudang penyimpanan, serta sarana pendukung aktivitas nelayan. Ia juga berdialog dengan para nelayan setempat untuk mendengar langsung kebutuhan dan kendala yang dihadapi di lapangan.
Menurut Trenggono, salah satu fasilitas yang masih dibutuhkan nelayan adalah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan (SPBN) serta perlindungan asuransi bagi nelayan yang bekerja di wilayah dengan risiko tinggi.
“SPBN menjadi salah satu fasilitas penting yang harus tersedia di sini. Saat ini sedang kami upayakan agar dapat segera direalisasikan. Selain itu, perlindungan asuransi bagi nelayan juga menjadi perhatian karena mereka bekerja di wilayah yang berisiko tinggi,” ujar Sakti Wahyu Trenggono, Kamis, 5 Maret 2026.
Sementara itu, Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Soeharto menilai pembangunan Kampung Nelayan Merah Putih di Poncosari telah berjalan dengan baik dan diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi para nelayan.
“Fasilitasnya sudah modern dan cukup baik. Mudah-mudahan ini dapat benar-benar bermanfaat bagi para nelayan di sini. Kekurangan yang ada, seperti SPBN, akan kita dorong agar dapat segera direalisasikan,” kata Titiek Soeharto.
Ketua Pengelola KNMP Poncosari, Paijan, mengatakan keberadaan Kampung Nelayan Merah Putih diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan nelayan serta masyarakat pesisir di kawasan Pantai Baru.
Selain pembangunan fasilitas, para nelayan juga menerima sejumlah bantuan berupa 420 unit jaring ikan, 30 mesin kapal, serta paket beras untuk mendukung aktivitas mereka di laut.
Para nelayan menyambut positif program ini karena dinilai dapat mempermudah aktivitas melaut sekaligus meningkatkan produktivitas dan hasil tangkapan.
Editor: Redaktur TVRINews
