
Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno saat paparan di Forum Outlook 2026, Kamis 5 Februari 2026.
Penulis: Fityan
TVRINews-Jakarta
Pemerintah targetkan ratusan ribu rumah tangga terima bantuan instalasi listrik gratis pada 2026
Pemerintah Indonesia melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) terus mengakselerasi pemerataan akses energi nasional.
Fokus utama kini diarahkan pada percepatan program Listrik Desa dan Bantuan Pasang Baru Listrik (BPBL) guna menyentuh masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Langkah strategis ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah dalam mewujudkan keadilan energi di seluruh pelosok nusantara, terutama bagi keluarga yang selama ini belum terjangkau jaringan listrik secara stabil.
Pencapaian dan Target Berkelanjutan
Berdasarkan data kementerian, program Listrik Desa telah mencatatkan progres signifikan sepanjang tahun 2025. Setidaknya 77 ribu rumah tangga yang tersebar di 1.516 titik lokasi kini telah menikmati aliran listrik resmi dari negara.
Plt Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM, Tri Winarno, menegaskan bahwa inisiatif ini tidak akan berhenti di sini. Pemerintah telah memetakan rencana perluasan infrastruktur energi untuk tahun anggaran 2026.
"Program ini akan berlanjut di 2026 dan ditargetkan menjangkau 22.187 rumah tangga di 372 lokasi. Sementara BPBL diharapkan bisa terus bertambah di tahun ini adalah 250 ribu rumah tangga," ujar Tri Winarno dalam forum Outlook 2026 di Jakarta, Kamis 5 Februari 2026.
Memperkecil Kesenjangan Energi
Program BPBL secara khusus dirancang untuk membantu warga kurang mampu dalam menanggung biaya instalasi awal.
Seringkali, kendala utama masyarakat di pelosok bukanlah ketersediaan jaringan, melainkan biaya pemasangan instalasi rumah dan sertifikasi laik operasi yang dianggap membebani.
Dengan target 250 ribu rumah tangga penerima manfaat pada tahun ini, pemerintah optimis rasio elektrifikasi di Indonesia akan semakin mendekati angka sempurna.
Pengamat industri menilai, keberhasilan program ini akan menjadi katalisator penting bagi pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah-wilayah terpencil.
Editor: Redaksi TVRINews
