Penulis: Ricardo Julio
TVRINews, Jakarta
Jenazah mantan Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono dimakamkan melalui upacara militer di Taman Makam Pahlawan (TMP) Kalibata, Jakarta Selatan, pada Minggu siang. Prosesi ini merupakan bentuk penghormatan terakhir atas jasa serta pengabdian almarhum kepada bangsa dan negara.
Sebelumnya, jenazah sempat disemayamkan di Gedung Kementerian Pertahanan (Kemhan), Jakarta, pada Minggu pagi untuk memberikan kesempatan bagi rekan sejawat memberikan penghormatan.
Rangkaian pemakaman diawali dengan prosesi penyerahan jenazah dari pihak keluarga kepada negara. Penghormatan militer dan dentuman tembakan salvo mengiringi penurunan jenazah ke liang lahat, menciptakan suasana haru sekaligus khidmat.
Sejumlah pejabat dan tokoh nasional tampak hadir memberikan penghormatan terakhir. Di antaranya Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Ketua Komisi Percepatan Reformasi Polri Jimly Asshiddiqie, serta Wakil Menteri Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono.
Profesor Juwono Sudarsono dikenal sebagai sosok intelektual sekaligus diplomat pertahanan yang melayani lintas generasi kepresidenan. Beliau mengembuskan napas terakhir pada Sabtu, 28 Maret 2026, pukul 13.45 WIB.
Sepanjang kariernya, Juwono bukan sekadar akademisi, melainkan teknokrat yang dipercaya oleh berbagai era pemerintahan karena integritasnya. Catatan pengabdiannya meliputi:
* Era Soeharto: Menjabat sebagai Menteri Negara Lingkungan Hidup.
* Era B.J. Habibie: Dipercaya sebagai Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.
* Era Gus Dur & SBY: Mengukir sejarah sebagai warga sipil pertama yang menjabat Menteri Pertahanan di masa reformasi, sebuah posisi yang ia duduki kembali di era Presiden Ke-6 RI.
Kepergian Juwono Sudarsono meninggalkan duka mendalam bagi dunia pendidikan dan pertahanan Indonesia.
Editor: Redaktur TVRINews
