
Penulis: Nirmala Hanifah
TVRINews, Banyumas
Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto melakukan kunjungan ke Tempat Pengelolaan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Desa Wlahar, Kecamatan Kalibagor, Kabupaten Banyumas pada Selasa, 28 April 2026 hari ini.
Pada kunjungan tersebut, Presiden Prabowo didampingi oleh Menteri Sekretaris Negara RI, Prasetyo Hadi, Menteri Lingkungan Hidup Jumhur Hidayat, Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya, dan Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq.
Diinformasikan, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Banyumas, Jawa Tengah, mengembangkan Tempat Pengolahan Sampah Terpadu Berbasis Lingkungan dan Edukasi (TPST BLE) di Desa Wlahar Wetan untuk mengantisipasi peningkatan volume sampah harian.
Pengembangan ini dilakukan karena kapasitas fasilitas yang ada saat ini dinilai tidak lagi sebanding dengan jumlah sampah yang masuk setiap hari.
Kepala DLH Kabupaten Banyumas Widodo Sugiri mengatakan, TPST BLE yang telah beroperasi hanya memiliki kapasitas sekitar 40 ton per hari. Sementara itu, volume sampah yang ditangani jauh lebih besar.
“Sekarang sampah yang masuk bisa mencapai 160 ton per hari untuk organik yang sudah terpilah dan sekitar 60 ton bahan RDF. Ini jauh di atas kapasitas desain awal,” katanya.
Ia menjelaskan, peningkatan volume tersebut dipengaruhi oleh bertambahnya aktivitas pengelolaan sampah di tingkat desa melalui Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM).
Saat ini terdapat sekitar 70 KSM di Banyumas, dengan 40 hingga 50 kelompok di antaranya telah dilengkapi sarana pengolahan sampah.
Secara keseluruhan, KSM mampu menangani sekitar 500 ton sampah rumah tangga per hari dari total timbulan sampah di Banyumas yang diperkirakan mencapai 700 hingga 800 ton per hari.
Dari total sampah yang dikelola tersebut, sekitar 30 persen atau sekitar 150 ton per hari diolah menjadi bahan bakar turunan (refuse-derived fuel/RDF). Selain itu, sekitar 40 ton sampah organik juga diproses setiap harinya.
DLH berharap pengembangan TPST BLE dapat meningkatkan kapasitas pengolahan sekaligus mengoptimalkan peran masyarakat dalam pengelolaan sampah secara berkelanjutan.
Editor: Redaktur TVRINews
